LANGIT7.ID, Bandung - Ada museum mini di
Muktamar XVI Persis. Sisi belakang Gedung Pajajaran Convention Centre Hotel Sutan Raja Soreang menjadi pusat kuliner dan souvenir.
Persis Expo resmi dibuka pada Jumat (23/9/2022) untuk menggaet potensi ekonomi yang ada di tubuh Persis. Saat memasuki area, pengunjung bisa memilih pakaian dan buku hingga souvenir yang tersedia di beberapa stand.
Stand pameran di Persis Expo ini menjadi etalase pendidikan, ekonomi, sosial, hingga olahraga. Ada pula kuliner tepat berada di belakang gedung. Ada banyak
jajajan yang bisa dicoba di sini.
Semua kuliner didominasi makanan khas Nusantara seperti Kupat Sayur dan Bakso. Lokasi yang strategis dan ditumbuhi beberapa pohon juga cocok untuk bersantai.
Baca Juga: Ketum Persis: Ulama dan Ormas Islam Harus Bela Kepentingan Umat agar Tak DitinggalkanTerlihat banyak peserta Muktamar duduk melingkar sambil becengkrama. Mereka yang tidak kebagian kursi bisa menggelar tikar untuk berkumpul.
Di sisi kanan gedung, tersedia panggung. multifungsi. Panggung itu bisa dimanfaatkan sebagai tempat talkshow hingga gelaran seni.
Panggung ini kuan menarik lantaran tersedia gazebo yang cocok jadi tempat bersantai sekeluarga. Ditambah taman kecil di depan panggung menambah suasana romantisme.
Masuk ke dalam. Saat naik ke lantai perhelatan Persis Expo, pengunjung bisa mengunjungi beberapa stand pesantren dan ma’had di bawah naungan Persis serta unit-unit di bawah Persis. Ada pula stand buku. Hal yang menarik adalah museum mini di tempat ini.
Stand museum mini itu menawarkan koleks buku lawas dari tokoh Persis. Pengunjung bisa mendapati stand itu di sisi pojok kanan lantai dua.
Ada banyak koleksi buku lawas seperti Islam dan Kristen di Indonesia karya M Natsir. Ada juga buku A. Hassan Wajah dan Wilayah Seorang Mujtahid. Pengunjung juga bisa mendapati beberapa koran lawas yang berbicara terkait Persis.
Penjaga stand, Azhari Lazuardi, mengatakan, koleksi yang ditampilkan itu merupakan milik Hadi Nurrahman dari Dewan takmir Persis.
Ustadz Hadi memang pegiat sejarah dan telah mengumpulkan buku-buku lawas sejak masih duduk di bangko Sekolah Menengah Atas (SMA). Dia bahkan disebut sebagai kolektor buku lawas Persis paling lengkap.
"Beliau menugmpulkan dari 18 tahun, sejak SMA. Dari Muallimin, suka baca, suka mengoleksi buku lawas sampai habis ratusan juta untuk mengumpulkan buku lawas," kata Ardi saat berbincang dengan Langit7.id, Ahad (25/9/2022).
Tak hanya itu, saat berkunjung ke sisi kanan di lantai dua, pengunjung akan disuguhi stand kopi. Di tempat ini didesain ala-ala cafe modern.
Banyak macam kopi yang bisa di sini seperit Kopi Manik, Tubruk, dan Long Black. Pengunjung juga tak perlu pusing antri, ada enam stand yang disediakan lengkap dengan kursi untuk nongkron.
(bal)