LANGIT7.ID-Jakarta; - Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat menyampaikan apresiasi mendalam atas peran aktif Persatuan Islam (Persis) dalam membina kerukunan umat dan mendukung pembangunan moral di masyarakat. Pemerintah berharap momentum Musyawarah Daerah (Musyda) IX Bersama PD Persis Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat ini melahirkan kepemimpinan yang visioner dan program kerja yang relevan dengan kebutuhan warga DKI Jakarta.
Apresiasi dan arahan tersebut disampaikan oleh Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat (Asminkesra) Sekko Jakarta Pusat, Nurhidayat, yang hadir mewakili Wali Kota Jakarta Pusat dalam Opening Ceremony Musyda IX Bersama di Aula Kantor Kemenag Jakarta Pusat.
Pada kesempatan tersebut, Nurhidayat menyoroti jejak sejarah panjang Persis yang telah berdiri sejak tahun 1923 dan terus menunjukkan kontribusi nyata dalam menjaga keharmonisan masyarakat religius di Ibu Kota. "Di DKI Jakarta, Persis telah memberikan kontribusi yang nyata melalui berbagai hal, diantaranya perintis pendampingan Islam, pendidikan dasar, majelis taklim, hingga peran-peran kemanusiaan dan sosial," ujar Nurhidayat di lokasi kegiatan, Sabtu (29/8/2026).
Baca Juga: Tekankan Kolaborasi, PW Persis DKI Buka Musyda Bersama 3 DaerahIa menambahkan bahwa ikhtiar tersebut merupakan bagian dari pertumbuhan besar yang sangat diperlukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat Jakarta yang religius, berdaya, dan harmonis. Nurhidayat juga memberikan apresiasi khusus terhadap tema Musyda IX Bersama yang diinisiasi oleh panitia dan pengurus daerah. Menurutnya, filosofi tema tersebut sangat padat makna dan mencerminkan keutuhan gerak sebuah organisasi.
"Memulihkan wajah dan gerak langkah yang bersahabat, ini kalau satu kalimat itu sama saja dengan badan kita dari atas ke bawah. Wajah itu bagaimana kita berkomunikasi dan beraspirasi, gerak langkah adalah badan dan visi-visi organisasi, sedangkan sahabat itu melambangkan ikatan emosional, kejujuran, dan saling percaya dalam organisasi," terangnya.
Lebih lanjut, Asminkesra ini mengajak Persis untuk menyelaraskan program kerjanya ke depan dengan berbagai program prioritas Pemkot DKI Jakarta, khususnya gerakan 'Jaga Jakarta' yang mencakup aspek sosial, ketahanan pangan, hingga kebersihan lingkungan. Ia berharap dai dan ustaz di lingkungan Persis dapat mengambil peran aktif dalam mimbar-mimbar dakwah di Jakarta Pusat untuk menyampaikan pesan-pesan pembangunan dan kerukunan.
"Jaga Jakarta itu artinya luas, bisa mencakup sisi keamanan, ketertiban, ketahanan pangan, hingga pengelolaan sampah," tutur Nurhidayat.
Baca Juga: Fadli Zon: Pemajuan Kebudayaan Penting untuk Masa Depan Bangsa(zhd)