LANGIT7.ID - , Jakarta -
Kanker payudara merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menyumbang kematian urutan pertama akibat kanker. Meski demikian, masih banyak masyarakat yang abai akan hal ini, sehingga membuat mereka malas periksa ke dokter untuk
mendeteksi kanker tersebut secara dini.
Dokter ahli bedah onkologi dr. Walta Gautam, menyebut informasi salah terkait gejala kanker payudara menjadi penyebab seseorang abai akan penyakit tersebut sejak dini.
Baca juga: Jangan Terlambat, Deteksi Kanker Payudara Sejak DiniMenurut dr Walta, informasi akan
gejala kanker yang beredar di masyarakat merupakan tanda stadium lanjut. Padahal, tambah dr Walta, benjolan pada payudara merupakan gejala awal kanker, tidak ada yang lain.
"Kita punya masalah dengan gambar-gambar soal kanker payudara. Informasi yang justru diberikan itu gambarnya yang sudah stadium 3 sampai 4. Karena digambarkan seperti itu,
pasien akhirnya menunggu kondisi payudaranya seperti itu baru memutuskan untuk periksa," ujar dr Walta dalam salah satu diskusi
kesehatan di Jakarta, Kamis (6/10/2022) kemarin.
Dia menambahkan, bila benjolan mencapai 2 cm ke atas, atau di bawah 5 cm, maka kondisi tersebut sudah masuk stadium IIB. Sementara, jika sudah terdapat kelenjar maka sudah berada di stadium IIC.
Baca juga: Berbagi Tips Penyintas Kanker Payudara untuk Deteksi Dini"Inilah (alasan) kenapa harus fokus cari benjolan, keluar cairan dari puting, dan merasa tidak nyaman seperti biasanya, lalu datang untuk Sadanis (Periksa Payudara Klinis)," tandas dr Walta.
(est)