Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 05 Mei 2026
home lifestyle muslim detail berita

5 Mukjizat Para Nabi yang Terwujud di Era Modern

fajar adhitya Senin, 10 Oktober 2022 - 20:35 WIB
5 Mukjizat Para Nabi yang Terwujud di Era Modern
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Mukjizat berasal dari turunan kata al-Ajz [العجْز] yang artinya tidak mampu untuk melakukan sesuatu. Sementara secara istilah syar’i, mukjizat adalah kejadian luar biasa yang Allah berikan kepada para nabi-Nya sebagai bukti status kenabian mereka.

Allah mengaruniakan mukjizat hanya kepada Nabi-Nya sehingga mampu membuat fenomena di luar akal manusia. Tujuan mukjizat adalah melemahkan mental para penentang nabi dan rasul dan membantu kelancaran dakwah.

Meskipun secara teknis manusia tidak bisa meniru keajaiban mukjizat, tapi secara substansi manusia biasa dapat melakukannya dengan ilmu pengetahuan. Manusia modern dapat mewujudkan bentuk-bentuk mukjizat para nabi meskipun tidak semua mukjizat bisa direalisasikan.

Baca juga: Mengenal 10 Mukjizat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam

1. Melunakkan Besi

Allah mengaruniakan mukjizat melunakkan besi kepada Nabi Daud Alaihissalam. Mengutip Tafsir Kementerian Agama Surat Al-Anbiya ayat 80, Allah megajarkan kepada Nabi Daud keterampilan dan kepandaian menjadikan besi lunak di tangannya tanpa dipanaskan.

Karena keistimewaan ini Daud bisa membuat baju besi yang dipergunakan orang-orang di zaman itu sebagai pelindung diri dalam peperangan. kepandaian itu dimanfaatkan pula oleh umat-umat yang datang kemudian berabad-abad lamanya.

Kini, melunakkan besi menjadi perkara biasa bagi manusia di era modern. Tidak hanya baju perang, manusia mampu melunakkan besi dan menciptakan berbagai barang berguna, mulai dari peralatan rumah tangga, alat militer, hingga pesawat ruang angkasa.

2. Membelah Lautan

Membelah lautan adalah mukjizat Nabi Musa alahissalam yang digunakan ketika menyelamatkan bani Isril dari kepungan militer Fir'aun. Kisah ini diceritakan dalam Al-Qur'an surah Thaha ayat 77-79.

Baca juga: UAH: Nabi SAW Punya Mukjizat yang Masih Ada Sampai Sekarang

Secara teknis, manusia biasa tidak mungkin membelah lautan hanya dengan tongkat. Namun, dengan ilmu pengetahuan, apa yang dilakukan Nabi Musa pada Laut Merah sekitar 3 milenium lalu bukanlah hal yang sulit.

Di Indonesia misalnya, terdapat jalan darat yang membelah laut sepanjang tiga kilometer menghubungkan Pulau Bungin dengan daratan Sumbawa. Lewat teknologi reklamasi, membangun jembatan, bendungan, atau terowongan membelah laut menjadi mungkin.

3. Mengendarai Angin

Secara harfiah, manusia tidak bisa mengendarai angin kecuali struktur tubuhnya seperti burung atau layang-layang. Karenanya, manusia modern mendesain suatu alat yang strukturnya mirip anatomi burung atau layang-layang untuk "mengendarai angin".

Maka terwujudlah pesawat terbang, gantole atau layang gantung, hingga fly board. Dengan demikian, angin tidak hanya menjadi medium transportasi, tapi juga sarana untuk olahraga dan relaksasi.

Mengendarai angin adalah mukjizat Nabi Sulaiman alaihissalam. Hal ini sebagaimana dikisahkan dalam Al-Quran surat Shad ayat 36: "Maka, Kami menundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut perintahnya ke mana saja yang ia kehendaki."

4. Menyembuhkan Orang Buta

Nabi Isa memiliki mukjizat menyembuhkan orang buta. Kisah ini diceritakan dalam Al-Qur'an Surat Ali 'Imran ayat 49.

Selain Nabi Isa, menyembuhkan orang buta juga merupakan mukjizat Nabi Muhammad. Diriwayatkan Al-Baihaqi adan seorang buta meminta kepada Nabi sallallahu’alaihi wa sallam agar berdoa kepada Allah untuknya.

Baca juga: Kisah Sumur Zamzam, Mata Air Suci Abadi sejak Zaman Nabi Ibrahim

Menyembuhkan orang buta sangat dimungkinkan dalam dunia kedokteran modern. Misalnya dengan operasi transplantasi kornea, teknik fakoemulsifikasi untuk sembuhkan kebutaan akibat katarak, dan sebagainya tergantung penyebab dan tingkat kebutaan.

5. Tidak Terbakar Api

Surat Al-Anbiya ayat 69 mengisahkan mukjizat Nabi Ibrahim yang tidak mempan dibakar. Allah melindungi Ibrahim dari panas api dengan cara mencabut sifat panas dan membakar, dari api yang sedang menyala sehingga Ibrahim tidak merasa panas ketika dibakar dan tidak terbakar dalam api unggun yang menyala-nyala.

Sifat panas api inilah yang kemudian dianalisis manusia untuk menciptakan berbagai benda tahan api. Misalnya baju tahan api serta tahan panas yang digunakan personil pemadam kebakaran.

Salah satu bahan dalam pembuatan baju tahan api adalah Nomex, bahan fiber yang bisa tahan terhadap api bahkan jika temperaturnya tinggi sekalipun. Bahan ini tidak bisa meleleh maupun menyebabkan pembakaran di udara.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 05 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)