LANGIT7.ID, Yogyakarta - Marbot masjid di wilayah Yogyakarta memiliki komunitas. Mereka mengatasnamakan dirinya Marbot Pride karena bergaya elegen, digaungi anak-anak muda berpendidikan.
Hadirnya Marbot Pride yang merupakan pengurus muda Masjid Muslim United Yogyakarta ini meningkatkan level para petugas rumah ibadah. Mereka terlihat lebih berkelas.
Marbot Pride mengenalkan aktivitas pelayanan masjid yang tak sekadar office boy, pembersih, pengepel lantai, menggelar karpet apalagi harus orang tua. Lebih dari itu, marbot merupakan tulang punggung dakwah masjid, sehingga harus dipegang orang-orang energik dan berwawasan luas.
BACA JUGA: Jaga Kebersihan Masjid, Marbot pun Berjasa Cegah Penularan Covid“Jarang banget kita nemuin anak muda yang mau ngurusin masjid. Melalui Marbot Pride, InsyaAllah nama marbot yang selama ini identik dengan office boy akan kita kembalikan ke fungsi dan tugas pokok semestinya,” dikutip akun Instagram Marbotpride, Ahad (15/8/2021).
Dalam rangka menaikkan kapasitas marbot-marbot muda, DKM Masjid Muslim United menyelenggarakan beragam program peningkatan skill. Beberapa di antaranya yakni outbond untuk memperkuat kerja sama, spiritual trip, kelas-kelas kajian, hingga kelas desain, fotografi, dan media.
“Anak mudanya takut (jadi marbot). Takut apa? Takut di Masjid nggak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya, takut nggak ada yang mau jadi istrinya, takut nggak jelas hidupnya. Marbot Pride adalah sebuah program, mencetak para marbot muda, beriman, skillfull dan berwibawa,” kata pengurus.
Layaknya gerakan dakwah milenial, Marbot Pride aktif menggunakan berbagai perangkat teknologi untuk menjaring dan melatih anggotanya. Media sosial mereka dikelola dengan baik dengan unggahan-unggahan yang didesain penuh warna serta program-program digital yang variatif.
(bal)