LANGIT7.ID, Jakarta - Masyarakat memerlukan tips menghadapi
resesi 2023 yang diisukan bakalan menjadi tahun gelap. Banyak orang yang mulai berhemat menyikapi kondisi tersebut.
Rektor Institut Tazkia, Bogor, Murniati Mukhlisin mengungkapkan
4 tips menghadapi resesi 2023. Namun masyarakat tetap diminta tenang dan tidak khawatir berlebihan.
Menurut dia, kejenuhan ekonomi seperti resesi merupakan kejadian berulang dalam setiap periode tertentu, sehingga yakinlah isu resesi ini bisa dihadapi bersama.
Baca Juga: 3 Tips Atur Keuangan saat Hadapi Resesi 2023 MendatangSetidaknya, ada 4 hal yang bisa dilakukan masyarakat dalam menghadapi resesi pada 2023. Berikut penjelasan Murniati.
1. Lebih hematAnggota Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) ini menjelaskan, resesi akan menyebabkan daya beli masyarakat berkurang, lesunya dunia usaha, harga saham tak menentu, dan lainnya.
"Caranya kita harus merencanakan keuangan sebaik mungkin, salah satunya dengan menekan pengeluaran. Jadi lebih banyak yang disimpan untuk kebutuhan yang lebih penting," jelas dia ketika dihubungi Langit7, Kamis (13/10/2022).
2. Beli produk dalam negeriUntuk menjaga perekonomian negara, masyarakat juga harus mengedepankan untuk membeli produk dalam negeri. Apalagi mengingat IMF yang menyebutkan bakal ada 31 negara yang masuk dalam jurang resesi.
"Bayangkan barang ekspor kita nanti akan sulit dibeli orang luar. Selain itu, kalau terlalu banyak impor bisa jadi semakin dalam resesi kita," ungkapnya.
3. Beralih ke produk syariahAdapun bagi masyarakat, khususnya muslim, harus mulai mempertimbangkan produk keuangan syariah. Pasalnya, pinjaman konvensional rentan mengalami fluktuasi bunga.
"Pinjaman konvensional akan mengalami fluktuasi bunga berdasarkan pinjaman saat itu, kalau bunga tinggi itu akan gawat."
"Jadi segera konversi ke syariah karena tidak akan berubah akadnya. Hal ini juga sebagai bentuk dukungan umat Islam untuk mendukung keuangan syariah di Tanah Air," tambahnya.
4. SedekahMuslimah berpakaian syari ini menambahkan, sedekah merupakan satu-satunya instrumen yang paling ampuh untuk melawan resesi.
"Bagi orang miskin, mereka mengalami resesi setiap hari. Untuk itu, sedekah akan meringankan beban orang-orang yang membutuhkan bantuan," ungkapnya.
(bal)