LANGIT7.ID, Semarang - Wendy Trie Novian kini menjadi pengusaha kuliner yang cukup sukses di Kota Semarang.
Pemuda asal Tangerang ini telah memiliki tujuh cabang
usaha kuliner dengan nama brand Ayam Geprek Homie Sambal Bawang.
Wendy bercerita, ia sebelumnya mengawali usaha tidak dari ayam geprek tapi menjadi penjual gorengan keliling sembari kuliah di Universitas Negeri Semarang (Unnes).
Hingga akhirnya di tahun 2016, ia mencoba peruntungan dengan membuka warung ayam geprek kecil-kecilan.
“Dulunya saya pedagang gorengan keliling sampai akhirnya saya mendapatkan kepercayaan salah satu senior untuk mengelola kafe. Hingga 2016 saya membuka usaha sendiri (ayam geprek) dengan izin senior,” ujarnya, saat ditemui di outlet cabang Kampus Unnes, Kota Semarang, Senin (17/10/2022).
Alhasil, Ayam Geprek Homie Sambal Bawang miliknya berkembang pesat. Bahkan saat ini Wendy telah membuka tujuh cabang usaha. Di antaranya di Gunungpati, Sampangan, Sekaran, Ngaliyan, dan Tlogosari. Usahanya terus berkembang di bawah bendera CV Homie Indonesia.
“Saya melihat potensi pasar terbuka. Saat ini ada hampir 50 karyawan, bahkan di saat pandemi malah buka cabang. Tahun depan rencana go nasional seperti Jakarta dan Makassar," ungkapnya.
Lulusan Sastra Perancis itu mengaku usahanya saat ini mampu meraup omzet Rp300 juta sampai Rp500 juta per bulan.
“Omzet hampir Rp300 juta sampai Rp500 juta per bulan,” tandasnya.
Wendy berkesempatan mendapat pembinaan dari Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah. Mulai dari pemasaran, peningkatan kualitas produk hingga manajemen keuangan.
Termasuk dalam mendapat fasilitas seperti sertifikat halal, Haki, pengurusan izin dan pelatihan. Semuanya secara gratis.
Selain itu, usahanya itu juga berkesempatan mengikuti Lapak Ganjar. Dengan dukungan menampilkan produk lewat media sosial Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.
“Meski saya orang Tangerang, bangga bisa hidup dan menjalani bisnis di Jawa Tengah. Lapak Ganjar sangat berkontribusi atas keberlangsungan UMKM,” pungkasnya.
(sof)