LANGIT7.ID, Jakarta - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pemindahan ibu kota merupakan langkah yang tepat untuk membangun Indonesia lebih maju. Ini mulai dari aspek membangun budaya kerja, pemikiran, hingga basis ekonomi baru.
"Sebagai negara besar, Indonesia harus berani memiliki agenda besar untuk melangkah demi kemajuan bangsa. Jika tidak berani bertransformasi dari sekarang, sampai kapan pun kita akan sulit jadi negara maju," kata Jokowi melalui akun Instagramnya, dikutip Kamis (20/10/2022).
Jokowi mengungkapkan, pemindahakan ibu kota merupakan proyek besar yang harus didukung oleh semua pihak demi Indonesia yang lebih maju. Maka dari itu, dibutuhkan kerja sama dengan para investor agar proyek pemindahan ibu kota dapat terealisasi.
"Pemerintah Indonesia membuka peluang bagi para investor untuk turut serta mewujudkan transformasi peradaban Indonesia," ujar Jokowi.
Baca Juga: Indonesia Apresiasi Australia Tak Lagi Akui Yerusalem Ibu Kota IsraelPemerintah telah menyiapkan, lanjut Jokowi, sekitar 20 persen dari anggaran yang ada. Oleh karena itu, 80 persen tersisa diserahkan kepada para investor. Pemerintah pun tidak membatasi pihak investor dan berinvestasi di berbagai bidang.
"Silakan pilih, bisa area financial center, kawasan
health care center, education center, housing area, tourism area. Silakan," kata Jokowi.
Pembangunan ibu kota negara (IKN) akan dilakukan dalam lima tahap, dari tahun 2022 hingga 2045. Dalam setiap tahapan tersebut, pembangunan IKN akan menjaga hutan, flora-fauna, dan biodiversity serta inklusivitas dari aspek penduduk demi memertahankan kondisi alam dan hutan di Kalimantan yang harmonis.
(zhd)