LANGIT7.ID, Jakarta - Selain menjadi sarana ibadah, Masjid At-Taufiq juga berperan sebagai tempat pendidikan keagamaan anak. Masjid yang berlokasi di Jalan Sultan Agung, Setiabudi, Jakarta Selatan ini memiliki ratusan santri yang menimba ilmu di Taman Kanak-kanak Al-Qur'an (TKQ) dan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) At-Taufiq.
Menjelang Hari Santri Nasional (HSN), Guru TPQ At-Taufiq, Ustaz Muhammad Mukhlisin berharap, tak hanya santri di At-Taufiq saja tapi juga di seluruh Indonesia terus berperan aktif untuk memerdalam ilmu agama. Agar kedepannya memiliki kapasitas mumpuni untuk berdakwah di era milenial yang penuh tantangan ini.
"Membuahkan Islam yang hakiki, jangan saling provokasi dan jangan saling mencela sesama muslim. Tapi harus saling mendukung, jika ada salah harus diingatkan, dan juga kita bersama tegakan nilai-nilai Islam seperti yang diajarkan Nabi," kata Ustaz Mukhlisin saat ditemui
Langit7.id di Masjid At-Taufiq, Kamis (20/10/2022).
Selain itu, masjid tersebut juga menyelenggarakan kegiatan Pesantren Kilat yang dihelat setahun sekali saat bulan Ramadhan. Secara profesional, pihak Masjid At-Taufiq mempersiapkan kegiatan tersebut sedemikian rupa.
Baca Juga:Pondok Pesantren Nurul Huda, Didik Santri Mandiri Berbisnis"Kita sudah bikin rencana kerja ada anggaran semua sudah disediakan," ujar Kepala Sekolah TKQ/TPQ, Sri Wiyati di kesempatan sama.
Meski diprioritaskan bagi para santri TPQ dan TKQ, pihak masjid tidak menutup pintu kepada mereka yang ingin menjalani kegiatan Pesantren Kilat bersama. Bahkan dari tahun-tahun sebelumnya pun peserta dari luar lingkungan masjid ikut andil dalam kegiatan tahunan itu.
Berbeda dengan Pesantren Kilat pada umumnya, Masjid At-Taufiq hanya menggelar kegiatan tersebut selama sehari saja. Lanjut Sri, kegiatan diawali pada pagi hari dengan salat duha bersama, penyampaian materi, permainan yang berisikan pelajaran, serta salat wajib bersama-sama.
"Satu hari saja, dari pagi jam 08.00 sampai selesai buka bersama," ucapnya.
Kegiatan belajar mengajar juga dipandu guru-guru dari TPQ dan TKQ. Mereka semua memiliki kapasitas yang mumpuni, bukan hanya sekadar mengerti ilmu agama saja tapi juga ada yang jebolan pesantten dan kini tengah menempuh kembali jenjang sarjana dalam bidang agama.
(zhd)