LANGIT7.ID, Jakarta - Brand Fashion Sejauh Mata Memandang (SMM) kembali meluncurkan koleksi terbarunya bertajuk "Baur" di Jakarta Fashion Week (JFW) 2023.
Koleksi Baur ini juga menjadi penanda delapan tahun usia dan perjalanan Sejauh Mata Memandang, serta upaya memberi nafas baru bagi berbagai bahan tekstil yang sudah tidak terpakai. SMM menggunakan kain perca sisa produksi, kain stok mati, kain sisa dari berbagai pameran sebelumnya.
Selain itu, ada juga kain hasil daur ulang dari pakaian tidak layak pakai (limbah tekstil pasca produksi) yang kemudian diolah, digabung dan dipadupadankan dengan benang serta kain baru sehingga kembali menjadi pakaian baru.
Baca juga: Hanung Bramantyo Terharu, Sang Anak Raih Nilai Sempurna di Pelajaran AgamaPendiri dan Direktur Kreatif Sejauh Mata Memandang, Chitra Subyakto menjelaskan bahwa dirinya percaya setiap individu memiliki kontribusi dan peran penting, menjaga lingkungan dan mencegah kerusakan alam sebagai hal serius yang saat ini tengah dihadapi.
"Sebagai jenama yang bergerak di bidang tekstil, Sejauh Mata Memandang berperan aktif dan berkontribusi pada kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk menjaga Bumi," kata Chitra dalam keterangan yang diterima Langit7 Rabu (26/10/2022).
Menurutnya, melalui koleksi Baur pihaknya mencoba memperpanjang siklus hidup pakaian dan limbah tekstil pasca produksi, sehingga tidak menjadi sampah abadi. Tak hanya itu, pihaknya juga sadar bahwa tidak ada produk yang seutuhnya lestari.
"Kami menyadari bahwa kenyataannya tidak ada produk yang bisa seutuhnya lestari, namun kami terus berupaya untuk lebih bertanggung jawab dalam setiap keputusan yang kami lakukan saat berkarya," ungkapnya.
Terdapat 29 look dari koleksi “Baur” yang ditampilkan pada gelaran yang juga melibatkan Titi Radjo Padmaja dalam pembuatan musik yang diputar pada presentasi koleksi "Baur". Beberapa koleksi tersebut di antaranya baju atasan, kebaya, kain, dan lainnya yang bernuansa warna putih dan keabuan dengan detail motif khas Sejauh.
Limbah tekstil pasca produksi didapat dari program Daur Ulang Sejauh yang bekerja sama dengan Ecotouch, serta didukung para Sahabat Sejauh yang mengirimkan pakaian tidak layak pakai.
Baca juga: Model Kebaya Untuk Muslimah, Desainer: Harus Ada Penyesuaian BentukBahan-bahan tersebut kemudian didaur ulang melalui berbagai tahapan proses, mulai dari pemilahan bahan, pencopotan kancing dan resleting, pemotongan, pencacahan, dan proses-proses lainnya hingga kembali menjadi benang.
Selanjutnya, benang hasil daur ulang tersebut dipadukan dengan benang katun baru sebagai penguat dan ditenun kembali menjadi kain. Proses produksi “Baur” dilakukan di beberapa kota, seperti di Jakarta dan Bandung untuk proses daur ulang, di Pekalongan untuk proses penenunan kain.
"Semua proses produksi dikerjakan menggunakan teknologi yang bertanggungjawab, serta melibatkan berbagai komunitas sebagai upaya pemberdayaan masyarakat," ujarnya.
(sof)