LANGIT7.ID, Jakarta - Perusahaan teknologi,
Apple, selalu berinovasi dan menjadi contoh bagi para kompetitornya. Konsep bisnis Apple berbeda sehingga mampu mengungguli produk lain.
Konsultan bisnis sekaligus CEO Corporate Innovation Asia (CIAS), Indrawan Nugroho mengungkapkan, Apple berpikir secara lateral atau menyamping. Hal itu terlihat produk gadgetnya yang tersemat fitur unggulan Dynamic Island.
"Selama lebih dari lima tahun terakhir, semua produsen smartphone berupaya untuk mengakali kamera depan agar tidak mengganggu layar sentuh."
"Alih-alih berupaya menghilangkannya, Apple justru mengubah sebuah masalah menjadi fitur unggulan yang disebut dengan Dynamic Island," jelas dia dikanal YouTubenya, dikutip Rabu (2/11/2022).
Baca Juga: Perketat Keamanan Perangkat, Apple Luncurkan Lockdown ModeFitur itu yang melekat pada versi duo iPhone 14 Pro itu memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan notifikasi. Misalnya, saat pengguna menyetel musik di background, mereka dapat melihat animasi gambar sampul musik yang sedang diputar di Dynamic Island.
"Fitur inilah yang langsung dicontek oleh banyak pengembang software Android," katanya.
Apa yang dilakukan Apple, kata dia, bisa menjadi pengetahuan bisnis yang sangat bermanfaat, yaitu creative problem solving dengan pendekatan pemikiran lateral. Artinya, pengembangan bisnis tidak selalu dibutuhkan pola pikir lurus, seperti mencontoh yang dilakukan Apple.
"Apple mengubah masalah kamera depan yang mengganggu layar sentuh menjadi sebuah fitur. Dengan begitu, kamera menjadi bagian yang lebih fungsional dibandingkan hanya menjadi desain statis," katanya.
Berpikir Lateral Dalam hal ini, Apple menggunakan contoh creative problem solving dengan berpikir lateral. Sebuah upaya pemecahan masalah dengan cara kreatif, yang tidak langsung atau tidak biasa.
Diperkenalkan Edward De Bono pada 1967. Kata lateral bermakna dari samping atau menyamping.
"Kebanyakan orang berpikir linear lurus, seperti yang dilakukan produsen smartphone. Mereka berupaya menyembunyikan kamera yang menggangu layar sentuh," katanya.
Apple mengambil jalur berbeda, dengan menggunakan pendekatan pemikiran untuk menemukan solusi kreatif. Apple justru melihatnya sebagai potensi pengembangan fitur baru.
"Pemikiran lateral digunakan ketika Anda menemukan bahwa semua alternatif solusi tidak memberikan hasil yang diinginkan," ujarnya.
(bal)