LANGIT7.ID, Jakarta - Berbuat baik kepada orang lain penting untuk dilakukan. Namun, ada sebutan
people pleaser dimana ada perilaku ketika terlalu sering membantu orang, justru melupakan diri sendiri.
Apa itu people pleaser?
Merujuk dari Medical News Today,
people pleaser merupakan istilah yang mengacu pada seseorang yang memiliki dorongan kuat untuk
menyenangkan orang lain. Bahkan dorongan ini dilakukan dengan menguras keuangan. Ironisnya, keinginan dan kebutuhan sendiri justru dilupakan bahkan tidak lagi penting.
People pleaser bukanlah diagnosis medis atau ciri kepribadian yang diukur oleh psikolog. Tetapi, ini adalah label informal yang digunakan orang untuk menggambarkan berbagai perilaku, seperti menyetujui tugas yang tidak sempat dilakukan seseorang.
Baca juga: Kenali Red Flag Perkembangan Motorik Anak Sebelum TerlambatPerlu diingat, hal ini berbeda dari sifat-sifat seperti kebaikan, kemurahan hati, atau altruisme.
Sementara orang dapat membuat pilihan yang seimbang dan disengaja untuk melakukan kebaikan bagi orang lain, individu dengan kecenderungan menyenangkan orang akan sulit untuk mengatakan tidak.
Mereka mungkin menyetujui hal-hal yang tidak mereka inginkan atau tidak mampu mereka lakukan.
Adapun penyebab
people pleaser, diantaranya:
Harga diri rendahOrang yang merasa dirinya lebih berharga daripada orang lain mungkin merasa kebutuhan mereka tidak penting. Mereka mungkin kurang mengadvokasi diri sendiri atau kurang menyadari apa yang mereka inginkan. Mereka mungkin juga merasa bahwa mereka tidak memiliki tujuan jika tidak dapat membantu orang lain.
KecemasanBeberapa orang mungkin mencoba untuk menyenangkan orang lain karena mereka merasa cemas tentang menyesuaikan diri, penolakan, atau menyebabkan pelanggaran. Misal, seseorang dengan kecemasan sosial mungkin merasa bahwa mereka harus melakukan apa pun yang diinginkan teman-temannya agar orang-orang menyukainya. Ini bisa menjadi upaya halus untuk mengendalikan persepsi orang lain.
Baca juga: Tak Harus Konsumsi Obat, Ini 3 Cara Alami Atasi Sakit KepalaPenghindaran konflikOrang yang takut akan konflik, atau merasa harus menghindarinya, dapat menggunakan kesenangan orang sebagai cara untuk mencegah perselisihan.
Budaya dan sosialisasiBudaya keluarga, komunitas, atau negara seseorang dapat memengaruhi cara mereka memandang kewajiban mereka terhadap orang lain dan diri mereka sendiri. Beberapa orang mungkin belajar bahwa ketidakegoisan total adalah suatu kebajikan atau bahwa kebutuhan kolektif lebih penting daripada individu.
KetidaksetaraanKetidak setaraan dalam suatu hubungan juga membuat beberapa orang harus melakukan sesuatu untuk menyenangkan orang tersebut. Misalnya, seksisme yang baik hati mempromosikan gagasan bahwa wanita secara alami lebih keibuan dan perhatian daripada pria. Menginternalisasi ide-ide ini dapat mempengaruhi wanita dalam hubungan heteroseksual untuk merasa bahwa mereka harus mendahulukan pasangannya.
Gangguan kepribadian Gangguan kepribadian adalah kondisi kesehatan mental jangka panjang, beberapa di antaranya dapat menyebabkan orang menyenangkan.
Misalnya, gangguan kepribadian dependen (DPD) menyebabkan seseorang merasa sangat bergantung pada orang lain untuk mendapatkan bantuan dan persetujuan dalam banyak aspek kehidupan.
TraumaPenelitian yang muncul menunjukkan bahwa berkelahi, melarikan diri, atau membeku bukanlah satu-satunya respons terhadap peristiwa traumatis, seperti pelecehan.
Beberapa orang mungkin juga menjilat, yang merupakan bentuk ekstrim dari kesenangan orang. Ini melibatkan usaha untuk mendapatkan kasih sayang dan kekaguman dari orang-orang yang mereka takuti sebagai sarana untuk bertahan hidup.
(sof)