LANGIT7.ID, Jakarta - Seorang siswa meninggal dunia akibat tiga atap ruangan Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Bogor, Kapanewon Playen, Gunungkidul, DI Yogyakarta ambruk. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (8/11/2022).
“Innalillahi wainna ilaihi rojiun telah berpulang ke Rahmatullah, Fauzi, siswa SD Muhammadiyah Bogor Playen akibat rubuhnya atap sekolah, di ICU RSUD Wonosari Gunungkidul, DIY, 08.11.22. Alm sedangg mengikuti tahfizhul Qur'an saat tertimpa baja ringan dan serpihan genteng,” kata Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PP Muhammadiyah, R Alpha Amirrachman melalui akun twitternya, Rabu (9/11/2022).
Alpha menyebut dua kemungkinan penyebab atap SD Muhammadiyah Bogor ambruk. Pertama, baja ringan yang digunakan tidak bisa menahan atap genteng yang terbuat dari tanah. Kedua, curah hujan yang lebat di daerah Yogyakarta.
Baca Juga: 6 Tragedi Kematian Massal di Seluruh Dunia Selama Oktober 2022
“Konstruksinya yang juga tidak pas, baja ringan sepertinya tidak kuat menyangga genteng tanah, ditambah curah hujan yg sangat lebat kemarin di Yogya,” kata Alpha.
Berdasarkan kronologi dari pihak sekolah, sekira pukul 07.30 WIB sedang berlangsung proses pembelajaran siswa di dalam kelas. Salah satu guru mendengar suara retakan dari arah atap. Tak lama kemudian, atap kelas tersebut ambruk.
“Ada beberapa siswa yang langsung bangun melarikan diri ke tempat yang aman, bawah gedung, halaman, dan ada yang terjepit. Kemudian, diselamatkan oleh beberapa guru,” tulis kronologi pihak sekolah dalam unggahan yang dibagikan Alpha.
Dalam kejadian tersebut, 14 orang dilaporkan menjadi korban. Dua dirawat di RSUD Wonosari dalam keadaan luka berat. Alpha mengonfirmasi, salah satu korban luka berat meninggal dunia. Kemudian, 10 anak dirawat di Puskesmas Pusat Playen. Enam orang luka ringan dan luka jahit kepala empat anak sedang rawat jalan.
Baca Juga: Muhammadiyah Bakal Beli Gereja di Spanyol untuk Dijadikan Masjid
Menanggapi hal itu, tim Muhammadiyah telah menurunkan tujuh personil untuk menolong korban dengan membawa tiga ambulans.
“Kendala, minimnya data yang diperoleh karena pihak RS yang sangat tertutup, terkait data korban,” tulis pernyataan tersebut.
(jqf)