LANGIT7.ID, Jakarta - Pembangunan Masjid Sheikh Zayed Solo mendekati rampung dan bakal segera diresmikan. Peresmian akan dilakukan Presiden Joko Widodo pada Senin, 14 November 2022 sepulang menghadiri KTT Ke-40 dan Ke-41 ASEAN di Kamboja.
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan bahwa semula Masjid Sheikh Zayed akan diresmikan pada 17 November 2022. Namun agenda tersebut dimajukan sebelum Konferensi Tingkat Tinggi G20 Bali dimulai pada 15 November.
“Pulang dari Kamboja langsung, esuk-esuk (Senin pagi)” kata Gibran dalam keterangannya, dikutip Jumat (11/11/2022).
Gibran menjelaskan, Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan atau MBZ juga sudah memberikan konfirmasi kehadiran saat peresmian nanti. Sebelum peresmian akan ada agenda pengukuhan imam dan pengurus Masjid Raya Sheikh Zayed Solo.
Sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memberikan beberapa evaluasi dalam tahap akhir pembangunan. Hal pertama yang ia soroti adalah ornamen Asmaul Husna yang ukuran font-nya dianggap terlalu kecil.
“Kaligrafi Asmaul Husna yang ada pada dinding masjid agar diperbaiki dengan mengganti ukuran tulisannya yang lebih besar dan warna hitam, sehingga mudah terbaca oleh jamaah masjid," kata Basuki.
Baca Juga: Arab Saudi Siapkan Lebih dari 2.700 Faskes untuk Jamaah UmrahBasuki juga menekankan perhatian pada area wudu, terutama sistem drainasenya. Sementara di bagian halaman masjid, Basuki minta agar ditambah pohon-pohon hijau sehingga suasana masjid lebih sejuk dan rindang.
Pembangunan Masjid Sheikh Zayed merupakan hibah dari Putra Mahkota UEA, Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan kepada Presiden Joko Widodo. Lokasi Masjid Sheikh Zayed tersebut berada di bekas Depo Pertamina Jalan Ahmad Yani, Gilingan, Banjarsari.
Pembangunan masjid dengan anggaran sekitar Rp300 miliar tersebut berjalan dengan arahan kontraktor dari PT Waskita Karya. Masjid Sheikh Zayed digadang akan menjadi masjid terbesar di Kota Solo.
Tak hanya dijadikan sebagai tempat ibadah, masjid ini juga memiliki perpustakaan yang bisa dimanfaatkan untuk menambah sarana edukasi bagi masyarakat. Sekitar kompleks masjid tersebut akan dibangun Islamic Center.
Nantinya, di tempat tersebut dapat menjadi pusat pendidikan dan pengajaran Islam. Dalam Islamic Center, akan didirikan TPA, Majelis Tafsir Al-Qur’an, Madrasah, dan juga tempat pengembangan ekonomi syariah dengan produk-produk halal market.
(zhd)