LANGIT7.ID - , Jakarta - Salat merupakan ibadah wajib dalam kehidupan seorang Muslim. Umat Islam menunaikan
salat fardhu lima waktu dalam sehari, 25 kali dalam sepekan, atau sekitar 1.825 kali dalam satu tahun.
Lalu, bagaimana caranya kita dapat terkoneksi dengan Allah Ta'ala melalui
gerakan salat? Bagaimana pula cara kita menikmati indahnya salat?
Salah satu cara untuk menikmati manisnya salat adalah dengan
khusyuk. Seperti disebutkan dalam
surat Al-Mu’minun ayat 2, yang berbunyi:
Baca juga: Rekomendasi Warna Lampu untuk Salat agar Tambah Kekhusyukanالَّذِيۡنَ هُمۡ فِىۡ صَلَاتِهِمۡ خَاشِعُوۡنَ
Allaziina hum fii Salaatihim khaashi'uun(yaitu) orang yang khusyuk dalam shalatnya.
Khusyuk berarti konsentrasi, rendah hari fokus hanya pada Allah SWT. Perasaan inilah menyempurnakan salat dan menghubungkan kita dengan Allah, Sang Pencipta.
Saat mencapai fase khusyuk dalam salat, kita akan merasa segar kembali. Seolah-olah baterai rohani kita diisi ulang. Mencapai salat khusyuk bukanlah hal yang mustahil, meski membutuhkan waktu.
Pendiri Ulu-Ilir-Institue, Claudia Azizah membagikan tips mencapai khusyuk dan menikmati indahnya salat. Menukil About Islam, Sabtu (12/11/2022), berikut kiat praktis menemukan manisnya salat.
1. Ciptakan Suasana yang Tepat
Cara pertama yang bisa Anda lakukan adalah memberi perhatian pada tempat dan suasana yang tepat saat salat. Jika di rumah, sebaiknya siapkan
ruangan khusus untuk salat.
"Bagaimanapun salat merupakan media kita untuk berkomunikasi dengan Allah SWT. Karena itu pastikan kamar atau ruang yang kita gunakan rapi dan bersih. Tambahkan beberapa aroma
wewangian yang Anda sukai," tulis Claudia.
Baca juga: Tafsir Surat Al-Mu'minun Ayat 2: Makna Redaksi Khusyuk dalam SalatBisa juga dengan menggantung kaligrafi di dinding, tasbih dan Alquran di dekat Anda sujud. Jadikan ruang ini sebagai masjid Anda saat di rumah.
2. Pakaian Khusus Salat
Sama halnya dengan membuat ruang salat, Anda juga harus memiliki pakaian khusus untuk salat. Pakaian yang dikenakan setelah berwudhu, akan membawa sensasi sendiri.
"Saya biasanya menggunakan
baju gamis putih dari Indonesia dengan beberapa sulaman halus. Salah satu guru saya dari Indonesia pernah menjelaskan kepada saya mengapa dia suka memakai gamis putih," cerita Claudia yang berasal dari Jerman ini.
Kata sang guru, lanjut Claudia, warna putih mengingatkan kita pada kematian. Karena kita akan diselimuti kain kafan putih setelah jiwa meninggalkan tubuh.
"Dan menurutnya, putih juga merupakan salah satu warna surga. Jadi, dia ingin diingatkan tentang kematian dan surga selama salat. Saya menemukan bahwa penjelasan yang indah," terang Claudia yang pernah menjadi asisten profesor di International Islamic University Malaysia.
3. Sajadah yang Tepat
Bagi sebagian orang, tips ini mungkin tidak terlalu penting. Namun, bagi mereka yang mudah terganggung dengan bentuk-bentuk visual, pemilihan sajadah yang tepat itu penting. Claudia menyarankan untuk memilih sajadah atau alas salat yang tidak mengganggu pandangan dan konsentrasi.
"Sajadah favorit saya adalah sajadah sederhana berwarna cokelat keemasan polos tanpa ornamen atau elemen visual. Tidak ada yang bisa mengalihkan pandangan saya mengembara dan pikiran saya bertanya-tanya seperti apa bentuk di karpet itu," terang Claudia.
4. Memiliki Waktu Tenang Sebelum Salat
Memiliki waktu tenang adalah cara lain yang bisa mendatangkan kekhusyukan saat salat. Terlebih di era digital seperti saat ini, di mana kita kerap bersinggungan dengan internet dan televisi.
Baca juga: Menghias Masjid Boleh, asal Tak Hilangkan KekhusyukanClaudia memberi tips untuk memiliki waktu offline sebagai momen tenang sebelum mendirikan salat.
Dia beralasan, bila sebelum salat kita disibukkan dengan menonton televisi atau sibuk dengan gawai, maka hal tersebut bisa mengganggu konsentrasi saat salat.
5. Mengingat Allah di Luar Salat
"Saya ingin berbagi satu poin terakhir bahwa sangat penting bagi kita untuk mengingat Allah di luar doa kita juga. Kita perlu mengingat Dia sebanyak mungkin," kata Claudia kerap menulis di surat kabar Germany Islamic.
Mengingat Allah bisa dengan memperbanyak baca Alquran, berdzikir, mempelajari Islam, dan mendekatkan diri dengan orang-orang mukmin.
Allah SWT berfirman dalam surah Ali Imran ayat 191.
الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.
(est)