LANGIT7.ID, Jakarta - Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, yang kabur dari Kabul pada Ahad ((15/8) malam sesaat sebelum kelompok Taliban mengambil alih istana presiden di ibu kota Afghanistan itu, dipastikan saat ini berada di Uni Emirat Arab (UAE).
Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Uni Emirat Arab, dilansir Antara-Xinhua, pada Rabu (18/8) mengonfirmasi bahwa UAE menyambut Presiden Afghanistan Mohammad Ashraf Ghani beserta keluarga ke negaranya atas "alasan kemanusiaan".
Sementara di dalam negeri, Taliban menyatakan perang di Afghanistan sudah selesai setelah Ghani hengkang ke negara lain dan pasukan yang dipimpin oleh AS angkat kaki. Pada saat bersamaan, negara-negara Barat lainnya bergegas mengevakuasi warga negara mereka.
Ibu kota Afghanistan, Kabul, berada dalam kondisi relatif damai selama beberapa hari sejak Taliban menguasai kota tersebut pada Ahad.
Taliban pada Selasa (17/8) mengatakan pihaknya berencana membentuk pemerintahan inklusif di Afghanistan dan tidak ingin memiliki musuh internal maupun eksternal.
Wapres masih di AfghanistanSementara, Wakil Presiden Afghanistan Amrullah Saleh mengatakan bahwa ia masih berada di Afghanistan dan menjadi "presiden sementara yang sah" setelah Presiden Ashraf Ghani meninggalkan negara itu saat kelompok Taliban merebut ibu kota Kabul.
Saleh mengatakan dalam pertemuan keamanan yang dipimpin Ghani pekan lalu menyatakan ia bangga pada pasukan bersenjata dan pemerintah akan melakukan segala upaya untuk memperkuat perlawanan terhadap Taliban.
Akan tetapi, Afghanistan jatuh ke tangan Taliban dalam hitungan hari, bukan hitungan bulan yang diprediksikan oleh intelijen AS.
Dalam sederet cuitan pada Selasa, Salah mengatakan bahwa "sia-sia" berdebat dengan Presiden AS Joe Biden yang telah memutuskan untuk menarik pasukan AS.
Ia meminta rakyat Afghanistan untuk membuktikan bahwa Afghanistan "bukan Vietnam dan Taliban bahkan tidak seperti Vietcong."
Saleh menuturkan bahwa tidak seperti AS dan NATO. "Kami tidak kehilangan semangat & melihat peluang besar di depan. Peringatan omong kosong sudah tamat, BERGABUNGLAH DALAM PERLAWANAN," bunyi cuitannya di Twitter
Saleh, yang keberadaannya tidak diketahui, menegaskan bahwa ia tidak akan "tunduk dalam keadaan apapun" kepada "teroris Taliban".
(arp)