Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 Juli 2026
home global news detail berita

Indonesia Dinilai Mampu Hadirkan Kehangatan di Tengah Ketegangan G20

Muhajirin Rabu, 16 November 2022 - 22:30 WIB
Indonesia Dinilai Mampu Hadirkan Kehangatan di Tengah Ketegangan G20
Presiden Joko Widodo mengajak para kepala delegasi KTT G20 menanam mangrove (bakau) di Taman Hutan Rakyat (Tahura) Ngurah Rai, Bali, Rabu (16/11/2022) (foto: LANGIT7.ID/Muhajirin)
LANGIT7.ID, Jakarta - Eks Duta Besar Indonesia untuk Australia dan Tiongkok, Prof. Imron Cotan, menilai Indonesia berhasil memainkan peran sebagai presidensi KTT G20 di Bali pada 15-16 November 2022. Sebagai tuan rumah, Indonesia bisa menghadirkan kehangatan sehingga negara-negara yang sedang ‘tegang’ bisa duduk bersama.

Ada dua aspek yang melatarbelakangi keberhasilan tersebut. Pertama, dari segi kuantitas. Indonesia berhasil mengumpulkan 17 kepala negara yang tergabung dalam G20. Tiga kepala negara yang tidak hadir adalah Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Brasil Jair Bolsonaro, dan Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador.

Dari sisi ini, Indonesia memiliki peluang menjadi juru damai perang Rusia-Ukraina. Memang tujuan itu sangat sulit, dan sudah menjadi salah satu poin dalam Deklarasi Pemimpin G20 yang dirilis pada Rabu (16/11/2022).

“Gencatan senjata sampai pada perjanjian damai Rusia-Ukraina, itu yang tersulit dari deklarasi itu, karena keberhasilan dari Ukraina mengangkat pertikaian bilateralnya dengan Rusia ke tingkat regional dan global, sehingga Presiden Putin tidak hadir dalam KTT G20,” kata Imron dalam webinar yang digelar Partai Gelora, Rabu sore (16/11/2022).

Kedua, dari sisi kualitas. pimpinan G20 sudah mengeluarkan deklarasi untuk mengakomodir perbedaan persaingan global. Salah satunya persaingan antara NATO-Amerika Serikat dengan Rusia.

“Di sisi lain, ada juga persaingan global yang berdampak regional, termasuk persaingan antara Amerika Serikat dengan China. Walaupun suasananya ternyata antiklimaks, tadi kita berpikir Joe Biden dan Xi Jinping akan terjadi ketegangan dalam KTT G20, ternyata tidak,” ucap Imron.

Ketegangan Joe Biden dan Xi Jinping ternyata bisa surut peran Indonesia yang menghadirkan suasana yang harmonis dan hangat. Selain itu, negara-negara G20 sudah sering bertemu dalam forum internasional, sehingga 17 kepala negara sudah memiliki semacam kemistri saat tiba di Bali.

“Sehingga, pertemuan yang tadinya dianggap sebagai klimaks, ternyata anti-klimaks antara Amerika Serikat dan China,” ucap Imron.

Namun demikian, perang Rusia-Ukraina masih terus berlanjut. Maka itu, G20 bisa menciptakan jembatan perdamaian bagi kedua negara. Meski sebenarnya peran itu bukan tugas G20, tapi kewajiban PBB. Hanya saja, Imron menilai PBB sudah tidak punya ‘gigi’.

“Organisasinya ada, tapi tidak mampu mengatasi tantangan zaman, karena itu PBB perlu direformasi juga. Meskipun ada peran juga dari G20, meskipun G20 ini bukan organisasi, dia adalah sebuah gerakan.” kata Imron.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan