LANGIT7.ID, Jakarta - Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah KH Mustofa Bisri mengingatkan agar selalu bersyukur kepada Allah SWT sebagai bangsa Indonesia.
Menurut Gus Mus, Negara Indonesia memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh bangsa lain.
“Kita tidak bersyukur bahwa diciptakan oleh Allah sebagai bangsa Indonesia, ini hak prerogatif Allah SWT. Tidak bisa nanti, orang Amerika, orang Afrika, kok saya tidak dijadikan orang Indonesia,” ungkapnya dalam seminar kebangsaan dikutip di Kanal YouTube Spasi.
Menurutnya, perlu juga mengetahui kondisi negara lain. Selama ini, Gus Mus, sudah pernah pergi ke Amerika, Eropa, Mesir, Timur Tengah, Jepang, Taiwan, maupun Korea. Setiap berada di luar negeri, ia selalu teringat Indonesia.
Baca juga: Atas Izin Allah, 7 Bayi Ini Bisa Bicara Menurut Beberapa Riwayat “Kalau musim panas, panas kabeh (semua). Naik bus sing dicekeli (dipegang) panas kabeh (semua). Kalau musim dingin, adem dingin kabeh (dingin semua). Makanan di sana itu-itu saja. Di sini makanan banyak banget,” ceritanya.
Gus Mus menuturkan, di Mesir dirinya dengan kawan-kawannya langganan lapangan untuk latihan sepak bola seminggu sekali tiap hari Jumat. Tapi sering libur, karena lapangan sedang disiram supaya rumput bisa ditumbuh. Tapi di Indonesia, rumput dipotongin semua.
“Di Arab ada nama pohon, namanya pohon Soekarno, karena yang beri Bung Karno. Mesir punya mangga, yang bisa diekspor ke mana-mana, peloknya (biji mangga) dari Bung Karno. Sampeyan (Anda) tidak usah beli mangga, makan, pelok (biji mangga) di lempar, jadi mangga,” ujarnya.
Selain itu, di Indonesia akar bisa dibikin getuk. Negeri seperti ini hebatnya tidak ada yang sampai kelaparan. Mencari ikan, cari peniti kasih benang, kasih nasi, lempar ke kali dapat ikan.
Bahkan, sampai-sampai, Grand Syeikh dari Universitas Al Azhar, Syekh Syaltout asal Mesir pernah di ajak ke Kebun Raya bogor. Dia bilang nanti orang Indonesia tidak kaget ketika di surga.
“Ini potongan surga,” ucap Syeikh Syaltout. Indonesia dianggap potongan surga yang diturunkan di dunia.
Baca juga: Banyak Keutamaan, Ini Amalan Dianjurkan di Hari JumatDikatakan Gus Mus, bisa Anda bayangkan duduk bersama Sayidina Abu Bakar Ra, Sayidina Ali Ra, apa tidak sungkan?. Kalau potongan seperti ini, ditakdirkan Tuhan hidup jaman kanjeng Nabi, kira-kira ikut kanjeng Nabi, atau Abu Jahal.
“Jadi kita kurang syukur sebetulnya. sudah hidup di akhir jaman, masih diberi tahu apa kehendaknya Tuhan oleh Rasul sudah 15 abad lebih,” .
“Konon (bangsa Indonesia) ini yang disebut Nabi Muhammad SAW. Rasul mengatakan;
'Kelak nanti ada satu ummat, yang tidak mengenalku, tidak tahu aku, tapi percaya padaku'. Kira kira itu,” pungkasnya.
(sof)