LANGIT7.ID, Jakarta - Dalam sejarah Islam ada tujuh bayi yang dapat berbicara hingga membuat orang-orang sekitar terheran-heran, hal ini tentunya atas izin Allah SWT. Kisah-kisah tersebut seperti yang tertuang dalam Al-Qur'an dan hadis.
Tujuh bayi itu disebutkan dalam hadis riwayat Abu Hurairah radiallahu anhu yang pernah bicara dalam buaian. Di antaranya, nabi Isa alaihissalam (AS), kedua bayi yang menjadi saksi bagi Nabi Yusuf alaihissalam, dan ketiga bayi yang dituduh sebagai anak Juraij. Berikut kisahnya:
1. Nabi Isa ASPimpinan Pesantren Tahzibul Washiyyah, KH Wawan Shofyan Shalehuddin menjelaskan bahwa kisah Nabi Isa AS tertuang langsung dalam firman Allah SWT pada surat Maryam ayat 28-34 yang artinya:
Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina (28). Maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: "Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan? (29). Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi. (30).
Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup (31). Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka (32).
Baca Juga: Tafsir Surat Al-Quraisy: Penutup Nabi dan Rasul dari Bangsa ArabDan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali" (33). Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya (34).
2. Bayi yang Dituduh Anak JuraijDari riwayat Bukhari dan Muslim, Kiai Wawan menjelaskan bahwa Juraij merupakan seorang anak yang taat ibadah. Akan tetapi kerap mengabaikan panggilan ibunya hingga membuat sang ibu marah dan menyumpahi Juraij.
"Juraij ini sedang salat dipanggil ibunya tiga kali sampai tiga hari, Juraij bertanya-tanya apakah dia melanjutkan salat atau menjawab panggilan ibunya, besoknya datang hingga tiga kali. Kata ibunya 'ya Allah jangan kau matikan anakku Juraij sebelum dia diuji oleh pelacur-pelacur'," ujar Kiai Wawan dikutip di kanal Tahzibul Wahsiyyah, Kamis (17/11/2022).
Kemudian, lanjut dia, ucapan ibunya pun terjadi sehingga Juraij didatangi banyak wanita jalang ketika dia hendak beribadah di tempat ibadahnya. Karena imannya yang kuat, Juraij tidak goyah sedikit pun.
Kecewa karena tidak mampu menggoda Juraij, wanita itu akhirnya mencari pria lain hingga bertemu seorang penggembala untuk menyudutkan Juraij. Kaum Bani Israil selalu memperbincangkan tentang Juraij dan ibadahnya, hingga wanita tersebut kembali muncul menggendong seorang bayi dan menuduh bayi tersebut sebagai hasil hubungan gelap dengan Juraij.
"Orang-orang ribut dan menanyakan, siapa yang menghamilimu? Wanita itu berkata, dia (Juraij, pura-pura sibuk beribadah padahal dia zina dengan saya, dan ini anaknya. Kaun Bani Israil pun tersulut emosi," kata Kiai Wawan.
Karena terpancing emosi, kaum Bani Israil pun mendatangi tempat ibadah Juraij dan menghakiminya. Juraij bertanya: "Di mana bayi itu?" kemudian mereka menunjukan bayi tersebut sembari bertanya: “Hai bayi kecil, siapakah sebenarnya ayahmu itu?” Bayi tersebut langsung menjawab; “Ayah saya adalah dia seorang penggembala."
3. Bayi Tengah MenyusuMasih dari kalangan Bani Israil, ada seorang wanita bersama dengan anak bayinya yang tengah menyusui. Kemudian seorang pria gagah dengan pakaian bagus lewat di depan keduanya hingga sang ibu berdoa "Ya Allah jadikanlah anakku seperti dia,".
"Tiba-tiba si bayi yang sedang menyusu itu mengadapkan wajahnya ke depan sang penunggang kuda dan berkata 'Ya Allah jangan jadikan aku seperti dia',"ujar Kiai Wawan.
Kiai Wawan melanjutkan, kemudian lewatlah seorang wanita yang dihina dan di arak berkeliling karena dituduh berzina. Sang Ibu berkata "Ya Allah jangan jadikan anakku seperti dia". Si buah hati pun kembali berkata "Ya Allah ya Tuhanku, jadikanlah aku sepertinya!”.
Hal tersebut membuat ibunya terheran-heran karena selalu berkata berlawanan. Sang anak kembali berkata "Lelaki yang melintas itu adalah orang zalim, maka aku tidak mau dijadikan seperti dia. Sedangkan si wanita yang dipukuli dan dituduh berzina, sesungguhnya ia tidak berzina, maka aku mau dijadikan seperti dia,”.
4. Nabi Musa AS Ketika Hendak DihanyutkanNabi Musa AS lahir di Mesir saat dipimpin oleh Raja Firaun. Kala itu Firaun tengah diambang kepanikan akibat kabar buruk yang dia dengar dari para penyihir yang menyebut kepemimpinan Firaun akan hancur ketika seorang anak laki-laki dari bani Israil dilahirkan.
"Saat itu Nabi Musa lahir, kemudian ibunya meletakan Nabi Musa di keranjang lalu keranjangnya itu dihanyutkan di air sungai Nil," kata Kiai Wawan.
Ketika hendak dihanyutkan, lanjut dia, bayi Nabi Musa AS berkata "Ibu janganlah engkau takut, sesungguhnya Allah beserta kita". Meski demikian, Kiai Wawan menegaskan bahwa hadis yang meriwayatkan hal ini adalah dhaif.
5. Nabi Nuh Dilahirkan dalam Gua Ketika dilahirkan dalam gua, Ibu Nabi Nuh AS pun khawatir dengan keselamatan putranya. Bayi Nabi Nuh berkata "Janganlah kau khawatirnkan diriku, karena yang menciptakanku akan selalu menjagaku,". Sama seperti kisah Nabi Musa, riwayat ini juga dhaif di kalangan para ulama.
6. Nabi Yusuf dalam KandunganKiai Wawan mengatakan ada suatu riwayat dhaif yang menyatakan bahwa bayi Nabi Yusuf berbicara saat masih dalam kandungan: "Ibuku aku ini anak yang akan hilang dan dijauhkan".
7. Bayi dari YamamahAda sepasang kekasih dari Yamamah bertemu Rasulullas SAW saat menunaikan ibadah haji, di dalam sebuah kemah dengan menggendong seorang bayi. Kemudian Rasulullah berbicara dengan bayi itu.
Kisah ini tertuang dalam hadis al-Baihaqi dan tergolong dhaif, kata Kiai Wawan, bayi tersebut pun berkata "Engkau adalah Rasulullah". Nabi membalas "Benar, semoga Allah memberkahimu".
Baca Juga: Benarkah Dajjal Sudah Muncul dan Berada di Segitiga Bermuda?(zhd)