Tafsir Al-Hujurat Ayat 13, Surat yang Dibacakan Pada Pembukaan Piala Dunia 2022
fajar adhityaAhad, 20 November 2022 - 23:32 WIB
Morgan Freeman dan Ghanim Al Muftah saat pembukaan Piala Dunia 2022 Qatar (foto: istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Surat Al-Hujurat ayat 13 menarik perhatian para pemirsa Piala Dunia 2022. Ayat Al-Qur'an tersebut menggema dalam seremoni pembukaan kompetsisi sepak bola dunia di Stadion Al Bayt, Al Khor, Ahad (20/11/2022).
Ghanem Al-Muftah, tokoh difabel yang ditunjuk menjadi Duta Piala Dunia 2022 memulai pembukaan Piala Dunia dengan ayat-ayat Al-Qur'an, di hadapan aktor Amerika Morgan Freeman. Dia membaca Surat Al-Hujarat ayat 13 yang berisikan prinsip dasar hubungan antar manusia dalam konsep Islam.
"Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa."
Dilansir Tafsir Kementerian Agama, Surat Al-Hujurat ayat 13 yang dibacakan pada pembukaan Piala Dunia 2022 menerangkan konsep kesetaraan derajat manusia. Allah menciptakan manusia berbeda jenis kelamin dan menjadikannya berbangsa-bangsa dan bersuku-suku.
Dengan kata lain, keragaman identitias manusia di muka bumi merupakan sunnatullah. Meskipun berbeda-beda, semua manusia sama saja derajat kemanusiaannya, tidak ada perbedaan antara satu suku dengan suku lainnya.
“Kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal dan dengan demikian saling membantu satu sama lain, bukan saling mengolok-olok dan saling memusuhi antara satu kelompok dengan lainnya,” tulis tafsir Kementerian Agama.
Kemudian, Allah tidak menyukai orang yang memperlihatkan kesombongan dengan keturunan, kekayaan atau kepangkatan. Sebab, sesungguhnya yang paling mulia di antara manusia di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.
“Karena itu berusahalah untuk meningkatkan ketakwaan agar menjadi orang yang mulia di sisi Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu baik yang lahir maupun yang tersembunyi, Mahateliti sehingga tidak satu pun gerak-gerik dan perbuatan manusia yang luput dari ilmu-Nya.”
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”