LANGIT7.ID - , Jakarta - Bintang NBA,
Kyrie Irving mendonasikan uang 60.000 dolar AS atau hampir Rp1 miliar ke
sekolah muslim kulit hitam tertua di New York.
Informasi tersebut dibagikan mantan murid sekolah tersebut, Hamza Abdul-Mumit. Di media sosialnya, Mumit menulis "Ky [Kyrie Irving] berhenti di sekolah dasar/menengah saya minggu ini dan menjatuhkan tas 60K. Ini adalah sekolah Muslim Kulit Hitam tertua di NYC. Itu mantan guru saya.
Big up to the Bro."
Baca juga: Kisah Nasser Jaber, Donasikan 6.000 Makanan Halal untuk Imigran di Amerika SerikatMengutip Sports Ilustrated, Senin (28/11/2022) Irving diketahui kerap berkontribusi baik kepada individu atau pun komunitas. Pemain Brooklyn Nets ini belum lama menyumbang 65.000 dolar AS atau lebih dari Rp1 miliar untuk keluarga Shanquella Robinson melalui penggalangan dana yang diselenggarakan oleh Quilla Long, saudara perempuan Robinson.
Irving juga pernah memberi bantuan hampir Rp800 juta untuk keluarga Devin Chandler, pesepak bola Universitas Virginia yang korban penembakan di awal bulan ini.
Seperti saat memberi donasi lainnya, Irving tidak pernah mempublikasikan tindakannya itu ke publik.
Sebagai informasi, Kyrie Irving memutuskan memeluk agama Islam pada April 2021 lalu. Sebelum mempublikasikan secara resmi, berita Irving menjadi mualaf dan menjalankan puasa Ramdahan sudah mulai terdengar.
Bahkan, di beberapa media sosial seperti Twitter dan Instagram, beredar foto Irving tengah berlutut, layanya gerakan salat. Kemudian, pada 23 April 2021, rumor tersebut menjadi nyata. Irving membeberkan keyakinannya pada Islam di konferensi pers pasca pertandingan.
Baca juga: Masjid Cut Nyak Dien Sediakan Boks Donasi Pakaian Bekas“Segala puji bagi Allah. Bagi saya, dalam hal iman dan apa yang saya yakini, menjadi bagian dari komunitas Muslim, berkomitmen pada Islam dan juga berkomitmen pada semua ras dan budaya, agama, hanya memiliki pemahaman dan rasa hormat. Saya hanya ingin menempatkan itu sebagai dasar.” kata Irving dilansir dari Andscape.
Kata-kata Irving bergema di komunitas Muslim, khususnya di Amerika Serikat, negara yang kental dengan Islamofobia.
Keputusan Irving ini disambut hangat para pemimpin muslim dan masyarakat. Sosok Irving, bersama atlet Muslim lain, dianggap cukup vokal dalam meneriakkan keadilan.
(est)