Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 05 Mei 2026
home global news detail berita

Kemenag Ungkap 3 Tantangan Menghadapi Keberagaman Cara Pandang Berbangsa

hasanah syakim Selasa, 29 November 2022 - 19:20 WIB
Kemenag Ungkap 3 Tantangan Menghadapi Keberagaman Cara Pandang Berbangsa
Sekjen Kemenag Nizar Ali saat menjadi pembicara di acara pembinaan Moderasi Beragama kepada para penyuluh agama dan Aparatur Sipil Negara (foto: Kemenag)
LANGIT7.ID, Jakarta - Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Nizar Ali mengungkapkan saat ini Indonesia dihadapkan pada tiga tantangan keberagamaan dan kebangsaan.

Tantangan pertama yakni berkembangnya cara, sikap, dan perilaku beragama yang ekstrem yang mengabaikan martabat kemanusiaan.

“Saat ini masih terjadi berbagai kejadian yang mengakibatkan hilangnya nyawa manusia. Ini tentu sesuatu yang dilarang dalam agama. Sudah banyak tragedi yang terjadi di Indonesia yang mengabaikan martabat kemanusiaan, dan ini menjadi sejarah kelam yang tak boleh terulang,” kata Nizar dikutip Selasa (29/11/2022).

Baca juga: Masjid Katara Dakwahkan Islam ke Ribuan Pengunjung Piala Dunia 2022

Tantangan kedua yakni mengatakan berkembanganya klaim kebenaran subjektif dari tafsir agama. Menurutnya, orang dengan pemahaman seperti ini, menolak perbedaan dan mengklaim hanya pendapatnya yang benar, sedang lainnya salah.

“Padahal, warna warni perbedaan pemahaman mestinya menjadi sebuah kekayaan yang luar biasa dan patut dijaga agar tidak menjadi penyebab terjadinya perpecahan,” ungkapnya.

Ketiga, berkembangnya cara pandang, sikap dan perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan. Nizar mencontohkan, sikap menolak hormat kepada bendera merah putih saat upacara.

"Atau juga mengharamkan ikut serta menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya dalam setiap kesempatan. Permasalahan ini penting dicarikan solusinya jika ingin menciptakan harmonisasi di tengah-tengah masyarakat. Salah satu solusinya adalah penguatan moderasi beragama," ujarnya.

Nizar menjelaskan bahwa jika secara konseptual moderasi beragama sudah dipahami dan diterapkan, dia berharap Indonesia akan damai, terutama di tengah banyaknya keberagaman dan perbedaan.

Lebih lanjut, Nizam juga menyampaikan moderasi beragama bukanlah hal yang absurd yang tidak bisa diukur. Sebab, keberhasilan moderasi beragama dapat dilihat dari empat indikator, yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan dan penerimaan terhadap tradisi.

“Jika keempat indikator ini bernilai tinggi, maka dipastikan moderasi beragama di wilayah tersebut sudah baik. Namun bukan berarti sudah aman. Sebab, jika moderasi beragama tidak dipelihara dan dipupuk dengan baik, maka bukan tidak mungkin perpecahan dan ketidakharmonisan bisa terjadi sewaktu-waktu,” tegasnya.

Baca juga: Dzikir dengan Keyakinan, Atasi Kecemasan dengan Cara Islam

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Kalbar, Muhajirin Yanis menjelaskan keberagaman telah bersemi di Kalimantan Barat. Menurutnya, bukan hanya agama, akan tetapi juga suku, bahasa, dan budaya yang beragam ada di wilayahnya.

"Menjaga keberagaman dan upaya meningkatkan moderasi beragama terus dilakukan, salah satunya dengan menggandeng Penyuluh Agama sebagai garda terdepan dalam memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat," ujar Muhajirin disela acara pembinaan Moderasi Beragama kepada para penyuluh agama dan Aparatur Sipil Negara Kanwil Provinsi Kalimantan Barat.

Lebih lanjut, Muhajirin menurutkan, sebagai wujud komitmen pihaknya telah menetapkan kelompok Penyuluh Agama sebagai Duta dan Pelopor Moderasi Beragama.

Pengukuhan Duta dan Pelopor Moderasi Beragama di Kalimantan Barat dilakukan oleh Sekjen Kemenag. Muhajirin berharap seluruh duta dapat memberikan kontribusi baik, dalam peningkatan moderasi beragama di Kalimantan Barat.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 05 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)