LANGIT7.ID, Jakarta -
Masjid Agung Katara (Blue Mosque) menjadi magnet penggemar sepak bola dari seluruh dunia selama ajang Piala Dunia 2022. Masjid ini telah menarik hati banyak penggemar nonmuslim untuk mengenal Islam lebih dekat.
Masjid rancangan Zainab Fadil Oglu, seorang arsitek masjid asal Turki di Desa Budaya Katara, Doha ini selalu menjadi pusat wisata. Ribuan wisatawan yang tertarik dengan keindahan masjid berfoto untuk kenang-kenangan.
Desa Budaya Katara dirancang sedemikian rupa selama
Piala Dunia 2022 untuk memperkenalkan masyarakat internasional kepada kebudayaan Arab dan sebagai syiar Islam. Di dalamnya, ditampilkan ratusan kegiatan seni, budaya dan hiburan yang bertepatan dengan Piala Dunia FIFA Qatar 2022.
Baca juga: Masjid Katara, Tempat Fans Piala Dunia 2022 Mengenal IslamPengurus desa bahkan telah mendirikan sebuah ruang santai di dekat masjid. Para pengunjung, termasuk wanita dapat duduk sambil minum teh atau kopi, dan belajar tentang kehidupan sosial di Qatar didampingi sejumlah sukarelawan yang akan menjawab berbagai pertanyaan.
“Pertanyaan mereka sebagian besar tentang kehidupan seorang Muslim berdasarkan nilai-nilai Islam,” kata salah seorang relawan, Umm Ahmed dilansir laman resmi Katara Cultural Village, Selasa (29/11/2022).
Umm Ahmed menjelaskan, ruang santai memang sengaja ditempatkan di dekat masjid. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan orang asing pada budaya pakaian, makanan dan minuman Qatar, adat istiadat dan tradisi.
“Banyak pengunjung mengakui bahwa pandangan mereka tentang Islam dan Muslim dinodai oleh banyak prasangka yang tidak dapat dibenarkan, tetapi berada di Qatar telah membantu mengubah pandangan mereka seratus delapan puluh derajat,” imbuhnya.
Sebagian besar pertanyaan para pengunjung adalah mengenai hubungan sosial, konsep kekeluargaan dan tradisi pernikahan di Qatar. Di dekat ruang santai terdapat sebuah papan bertuliskan: “Tanyakan kepada saya tentang wanita di Qatar.”
Sementara, di pintu masuk masjid ada sejumlah DKM dan da’i dari Qatar Guest Center. Mereka bertugas memperkenalkan Islam dan mengampanykan program kemanusiaan Eid Charity Foundation. Mereka menerima non-Muslim dan menjawab pertanyaan tentang masjid.
Baca juga: Tafsir: Syariat Islam Sempurna, Tidak Perlu Ditambah dan DikurangMereka juga mengatur sirkulasi pengunjung selama di dalam masjid setelah salat agar orang-orang dapat mengenal suasana dalam masjid. Muhammad Saber, pengawas Departemen Pengenalan Islam di Qatar Guest Center for Introducing Islam dari Eid Charity Foundation, mengatakan bahwa pusat tersebut menawarkan acara "wisata masjid" untuk orang asing non-Muslim.
Hal ini mengingat bahwa masjid adalah pintu masuk untuk mengenal budaya Islam. Dengan menjawab pertanyaan pengunjung mereka dapat memberikan pandangan yang benar tentang Islam.
“Di pintu masuk wanita ada sukarelawan yang berbicara antara 8 hingga 10 bahasa, memungkinkan mereka untuk berinteraksi dengan para pengunjung dan memperkenalkan mereka pada budaya Islam, di mana masjid adalah tulang punggungnya,” tuturnya.
(sof)