Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 04 Mei 2026
home wisata halal detail berita

Kemenparekraf Siapkan Bali Sebagai Destinasi Unggulan Health Tourism

hasanah syakim Rabu, 30 November 2022 - 20:03 WIB
Kemenparekraf Siapkan Bali Sebagai Destinasi Unggulan Health Tourism
Menparekraf Sandiaga Uno (foto: Kemenparekraf)
LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mempersiapkan dan mengembangkan Pulau Dewata Bali, sebagai destinasi unggulan health tourism atau wisata kesehatan.

Menurut Sandiaga, persiapan destinasi pariwisata kesehatan tersebut akan dilakukan secara all out, di mana saat ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah menetapkan logo branding 'Indonesia Health Tourism'.

"Saat ini Kemenparekraf RI telah menetapkan logo branding dan kampanye #SehatdanBugardiRumahSendiri dan #DiIndonesiaAja, agar bisa digunakan bagi pemangku kepentingan wisata kesehatan di Indonesia," kata Sandiaga dalam "Weekly Brief with Sandi Uno" dikutip Rabu (30/11/2022).

Menurutnya, rencana pengembangan pariwisata kesehatan di Bali ini dilakukan agar dapat menarik masyarakat Indonesia, yang biasa berobat ke luar negeri tetap berobat di Indonesia. Kemudian, untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal.

Baca juga: Fort Rotterdam, Bangunan Ikonik Bersejarah di Pesisir Barat Makassar

Sandiaga mengatakan, bahwa berdasarkan data dari Kementerian kesehatan (Kemenkes), pada 2021 adanya economic leakage sekitar Rp161 triliun per tahun dari masyarakat Indonesia yang berobat di luar negeri.

"Pengembangan wisata kesehatan menjadi prioritas strategi nasional, karena menjawab tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia, yaitu pemulihan ekonomi dan kesehatan pasca pandemi," ujarnya.

Selain itu, Kemenparekraf juga terus berkolaborasi dengan kementerian/lembaga, asosiasi, dan industri wisata kesehatan lainnya. Hal ini guna mengimplementasi empat pilar dalam mengembangkan pariwisata kesehatan.

Di antaranya wisata medis, wisata kebugaran, wisata olahraga kesehatan berbasis event olahraga, dan wisata ilmiah kesehatan berbasis MICE.

“Bali merupakan champion city dan hub untuk wisata medis serta salah satu destinasi yang lengkap secara potensi, untuk dapat kita kembangkan sesuai dengan pilar-pilar pariwisata kesehatan tersebut,” ungkapSandiaga.

Sandiaga juga menjelaskan, selain memperkuat kolaborasi, Kemenparekraf juga melakukan sejumlah upaya agar sektor pariwisata bisa terhubung dengan sektor kesehatan. Di antaranya menyusun Rencana Aksi Nasional (RAN) Wisata Medis dan Wisata Kebugaran Indonesia.

Dengan mendukung dan mendorong rumah sakit maupun klinik yang secara eksisting telah ada di Bali, untuk bisa mendapatkan SK Menkes sebagai fasilitas layanan kesehatan wisata medis. Mendukung program KemenBUMN yang saat ini tengah mengembangkan KEK Kesehatan di Sanur.

Baca juga: Gua Mesas, Destinasi Wisata Alam Istimewa di Desa Muara Satu

"Sebagai quick win kami menghimbau pemerintah daerah masing-masing, untuk dapat membentuk badan entitas kolaboratif, yang berfungsi untuk mengkoordinasi, mengadvokasi, dan mengeksekusi kebijakan serta program-program yang dibutuhkan, dalam pengembangan wisata kesehatan di wilayahnya," katanya.

Selanjutnya, untuk KEK Sanur sendiri akan ada beberapa fasilitas kesehatan termasuk rumah sakit yang akan dikembangkan. Tentunya bekerja sama dengan institusi-institusi ternama, dari beberapa negara maju di bidang kesehatan. Salah satunya adalah Mayo Clinic dan Johns Hopkins University.

“Ini kita harapkan akan mampu untuk menampung lebih banyak peluang, bukan hanya bagi warga negara Indonesia untuk mendapatkan layanan kesehatan yang prima, tapi juga untuk turis dari mancanegara untuk berkunjung ke Bali," ujar Sandiaga.

Dengan begitu, wisatawan bukan hanya menikmati keindahan alam dan budaya. Akan tetapi juga bisa merasakan suatu pelayanan kesehatan yang mumpuni.

"Menteri Kesehatan juga memiliki beragam terobosan seperti mengajak diaspora-diaspora kita, khususnya dokter yang berasal dari Indonesia namun melakukan praktik di luar negeri, dan tentunya yang memiliki keilmuan yang tinggi bisa kembali ke Indonesia memberikan kontribusi kepada pariwisata berbasis kesehatan di Indonesia," ujarnya.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 04 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)