LANGIT7.ID, Jakarta - Drone Emprit melakukan analisis popularitas tokoh politik Indonesia di media sosial selama November 2022. Mayoritas publik pada bulan tersebut terfokus pada
Anies Baswedan yang menjadi capres 2024 dari Partai NasDem disusul dengan
Ganjar Pranowo.
“Tren selama November, pemberitaan dan perbincangan seputar Anies, jauh di atas para tokoh politik lainnya. Puncak pembahasan terjadi pada 5 November, didorong kunjungan Anies ke Medan,” tulis Pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi di akun twitter-nya, Jumat (9/12/2022).
Anies Baswedan disusul oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Popularitas Ganjar mengalami kenaikan sangat tinggi pada akhir November. Hal itu didorong pembahasan tentang ‘rambut putih’.
Baca Juga: NasDem Optimis Anies Baswedan Menang di Sumatera Barat
Pergerakan tren yang tinggi juga ditemukan pada Menteri BUMN, Erick Thohir. Pembicaraan soal Erick Thohir naik didorong partisipasi BUMN dalam acara G20 dan dukungan agar Erick berkompetisi pada Pilpres 2024.
“Popularitas tokoh dari 1-30 November, Anies menjadi tokoh yang populer dalam pemberitaan dan perbincangan di media sosial, diikuti Ganjar dan Prabowo Subianto. Sedangkan Sandiaga Uno dan Airlangga Hartarto menjadi tokoh yang paling minim popularitasnya,” ujar Ismail Fahmi.
Di media online, Anies Baswedan menjadi menjadi tokoh yang paling banyak diberitakan dengan 40.791 penyebutan. Anies lagi-lagi disusul Ganjar dengan 30.740 penyebutan dan Andika Perkasa dengan 14.378 penyebutan.
Baca Juga: Soal Rambut Putih dan Kerutan Wajah, Zulhas Singgung Ganjar-Erick
“Di media sosial, Anies (745.501 mention) juga menjadi tokoh yang paling banyak dibincang, disusul Ganjar (389.787 mention), dan Erick Thohir (197.050 mention),” ujar Ismail Fahmi.
Favorabilitas TokohTerkait favorabilitas tokoh politik, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, menjadi tokoh yang banyak dibincangkan dalam nada positif sebesar 94% terhadap total percakapan masing-masing.
“Posisi kedua diraih Erick Thohir dengan 89% positif, dan Airlangga Hartarto di posisi ketiga dengan 84% positif,” kata Ismail Fahmi.
Tokoh yang banyak dibincangkan dalam nada negatif adalah Ketua Umum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan 38% negatif. Posisi kedua ditempati Sandiaga Uno dengan 24% negatif, dan Ganjar di posisi ketiga dengan 19% negatif.
Baca Juga: Survei SMRC: Elektabilitas Ganjar Melesat Tinggalkan Para Pesaing
Pembahasan tentang AHY naik signifikan pada tiga kesempatan. Pada 7 November, pembahasan tinggi salah satunya didorong rilis Litbang Kompas tentang elektabilitas Partai Demokrat. Percakapan pada 17 November juga melonjak, salah satunya didorong berbagai serangan pada AHY dengan tagar #AHYpolitikusGagal, #AHYAsalBicara, dan #SBYMangkrakAHYAsbun.
“(Percakapan itu) Sebagai respons atas berbagai kritik AHY pada pemerintah yang disampaikan beberapa hari sebelumnya. Di akhir November, pembahasan juga melonjak tajam, salah satunya didorong kunjungan AHY ke Australia,” ujar Ismail Fahmi.
(jqf)