Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 20 April 2026
home masjid detail berita

Tak Terbatas Materi, Sedekah Memiliki Makna yang Luas

redaksi Sabtu, 10 Desember 2022 - 07:02 WIB
Tak Terbatas Materi, Sedekah Memiliki Makna yang Luas
Ilustrasi sedekah. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Sedekah adalah salah satu ibadah yang memiliki nilai pahala besar. Dalam beberapa ayat Al Quran disebutkan sedekah menjadi amalan dengan ganjaran pahala berlipat ganda, selain sebagai ungkapan syukur atas rezeki dari Allah SWT.

Sekretaris Direktorat Jenderal Bimas Islam M. Fuad Nasar menyebutkan hadist Nabi Muhammad SAW mengingatkan pentingnya sedekah.

"Suatu ketika Nabi Muhammad SAW mengingatkan jangan membiarkan satu hari berlalu tanpa sedekah. 'Tiap-tiap jiwa keturunan Adam tanpa kecuali harus bersedekah setiap hari di mana matahari terbit di dalamnya.'". kata Fuad, dikutip dari laman Kementerian Agama, Sabtu (10/12/2022).

Baca juga: Keajaiban Sedekah Subuh, Dibukakan Pintu Rezeki Berlimpah

Salah seorang sahabat yang merasa tidak memiliki kelebihan harta untuk disedekahkan bertanya; Bagi orang seperti kami bagaimana bisa bersedekah, wahai Rasulullah?

Nabi menjelaskan; “Sesungguhnya pintu kebajikan itu banyak. Mengucapkan tasbih, tahmid, takbir, tahlil dengan khidmat dan khusu, merupakan sedekah. Mengajak orang kepada yang baik dan melarang dari yang mungkar merupakan sedekah. Menyingkirkan batu dari jalan untuk memudahkan orang lewat, merupakan sedekah. Menuntun orang buta menyeberang jalan, merupakan sedekah. Memberi petunjuk kepada orang yang bertanya kepadamu, merupakan sedekah. Membantu orang-orang yang lemah dengan kekuatan dua betismu dan dua lenganmu, adalah sedekah. Bahkan senyumanmu ketika berhadapan dengan saudaramu, juga merupakan sedekah.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

"Hadis di atas memberi pemahaman bahwa sedekah memiliki makna yang luas. Setiap orang dapat melakukannya. Sedekah tidak dibatasi dalam bentuk materi yang hanya orang-orang mampu dan kaya bisa melakukannya," lanjut Fuad.

Bahkan, sambungnya, ucapan yang menyejukkan hati atau senyum simpatik kepada orang lain juga merupakan sedekah.

Baca juga: Bolehkah Sedekah Pakai Uang Hasil Taruhan Bola? Ini Penjelasannya

"Tidak dipersoalkan sedekah itu banyak atau sedikit, berupa materi atau bukan, tapi yang penting ialah hasrat dan niat suci untuk mengukir jasa baik sepanjang hidup," terang birokrat kelahiran 15 Desember 1968 ini.

Dia menambahkan, sedekah mengisyaratkan betapa luasnya lapangan amal kebajikan bagi seorang muslim. Setiap orang dapat berpartisipasi. Sedekah berfungsi merekat hubungan antar-manusia berlandaskan rasa empati, kasih sayang, dan persaudaraan.

"Memberi adalah sumber kebahagiaan. Seorang muslim merasa bahagia jika dapat membahagiakan orang lain di sekitarnya," imbuh Fuad.

Seperti disebutkan dalam hadist riwayat Thabrani,

Ketika seorang sahabat bertanya kepada Nabi, “Siapakah manusia yang paling baik?” Nabi menjawab, “Orang yang memberi manfaat kepada orang lain.” Sahabat itu bertanya lagi, “Amal apa yang paling utama?” Dijawab, “Memasukkan rasa bahagia pada hati orang yang beriman." (H.R. Thabrani).

Dalam sejarah, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mengangkat tema keutamaan sedekah dalam khutbah salat Jumat pertama di tahun Hijriyah di Madinah.

Baca juga: Khutbah Jumat: Keutamaan Makmurkan Masjid dengan Sedekah

Nabi Saw mengatakan,

“Maka siapa yang mampu memelihara dirinya dari (siksa) neraka, meskipun dengan hanya sepotong korma, maka lakukanlah itu. Dan siapa yang tidak memperoleh (suatu apa pun), maka dengan ucapan kata-kata yang baik. Sesungguhnya segala kebajikan akan diberi ganjaran sepuluh kali sampai tujuh ratus kali lipat.”

Kemudian, dalam sebuah hadis dijelaskan jenis amal jariyah yang terkait secara langsung dengan kebutuhan dan kemaslahatan umum.

“Sesungguhnya amal saleh yang akan menyusul seorang mukmin setelah dia meninggal dunia kelak, ialah ilmu yang dia ajarkan dan sebarkan, anak saleh yang dia tinggalkan, mushaf Quran yang dia wariskan, masjid yang dia bangun, rumah tempat singgah musafir yang dia dirikan, sungai (irigasi) yang dia alirkan, dan sedekah yang dia keluarkan di kala sehat dan masih hidup. Semua itu akan menyusul ketika seseorang meninggal dunia kelak.” (H.R. Ibnu Majah dan Baihaqi).

"Semua amal jariyah yang memberi manfaat kepada sesama, akan tetap mendatangkan pahala bagi pelakunya meski telah meninggalkan alam dunia. Sebagian besar amal jariyah selalu berkaitan dengan kehidupan sosial dan kemanusiaan," kata Fuad.

Baca juga: Termasuk Sedekah, Ini 6 Manfaat Memelihara Kucing Menurut Islam

Spirit sedekah, sambung Fuad, perlu diamplifikasi untuk menangkal sikap mementingkan diri sendiri, kesenjangan sosial dan pengagungan materi yang merusak keharmonisan kehidupan dalam masyarakat.

"Salah seorang ulama, Bisyr al-Hafi dalam kutipan Dr. Syekh Yusuf Al-Qaradhawi pada Fiqih Prioritas menuturkan, kalau kaum muslimin mau memahami, memiliki keimanan yang benar, dan mengetahui makna fiqih prioritas, maka dia akan merasakan kebahagiaan yang lebih besar dan suasana kerohanian yang lebih kuat," terang Fuad.

"Setiap kali dia dapat mengalihkan dana ibadah haji (bagi yang telah pernah menunaikan haji yang wajib) untuk memelihara anak-anak yatim, memberi makan orang-orang yang kelaparan, memberi tempat perlindungan kaum yang terlantar, mengobati orang sakit, mendidik orang-orang yang tidak berilmu, atau memberi kesempatan bekerja kepada mereka yang menganggur," tutup lulusan Universitas Gadjah Mada ini.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 20 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)