LANGIT7.ID - , Jakarta - Isu
ekonomi global yang beredar belakangan ini membuat masyarakat khawatir akan
kesehatan finansialnya. Masyarakat kini memfokuskan untuk meminimalisir pengeluaran serta memaksimalkan pemasukan.
Namun, bagi sebagian orang melihat momentum ini bisa dimanfaatkan untuk berinvestasi, salah satunya
properti.
Head of Agent Account Management Pinhome Panca Satria mengatakan tahun 2023 diprediksi menjadi tahun yang sulit bagi beberapa sektor ekonomi. Namun, ia menilai investasi di bidang properti akan tetap menjanjikan.
Baca juga: 3 Daerah Favorit Pencarian Properti di Luar Ibukota JakartaAlasan ini didasari oleh properti sebagai kebutuhan pokok masyarakat, sehingga kebutuhan masyarakat terhadap properti akan tetap meningkat. Peningkatan kebutuhan terhadap hunian tiap tahunnya mempengaruhi pula pertumbuhan kapasitas backlog hunian.
“Walaupun dibayangi oleh isu ekonomi dan kondisi pasca pandemi saat ini, properti adalah instrumen investasi yang paling aman dan properti juga menjadi kebutuhan masyarakat. Backlog hunian saat ini mencapai 12 juta dan tentunya akan bertambah ditahun 2023 maka dari itu properti sebagai hunian tetap akan diburu para first time home buyer untuk dapat properti pertamanya atau investor dalam melakukan bisnis jual kembalinya,” terang Panca dalam webinar yang bertajuk, “Resolusi 2023: Nyicil Apartemen Seharga Kos-kosan, Kapan Lagi?”, dikutip Sabtu (10/12/2022).
Sebagai investasi yang aman di taahun 2023, banyak jenis properti yang berpotensi sebagai sumber passive income, salah satu yang tengah tren adalah apartemen.
Mulai dari segi aksesibilitas, fasilitas, hingga fungsionalitasnya, apartemen menawarkan beberapa kelebihan seperti tingkat keamanan yang tinggi, privasi, dan fleksibilitas dalam mengelola karena apartemen menjadi aset pribadi. Tidak hanya itu, harga serta promo apartemen berhasil mencuri perhatian masyarakat untuk menjajal apartemen sebagai pilihan.
Baca juga: Jangan Sampai Nyesel, Ini 5 Kesalahan Umum saat Beli Properti“Apartemen memiliki segmen keduanya user ataupun investor mengingat jika membeli apartemen mereka tidak hanya memiliki unit tapi juga membeli fasilitasnya. Faktor tersebut yang membuat segmentasi market apartemen stabil dan konsisten," kata Panca.
Senada dengan Panca, Project Sales Manager Mardhika Park Bekasi Andi Yudha membeberkan benefit serta unique point dari apartemen sebagai instrumen investasi yang menanjikan memasuki 2023.
“Ngapain ngekos kalau nyicil apartemen jauh lebih murah di angka 1 juta perbulannya, jauh lebih murah dibanding dengan harga kos-kosan di daerah Jakarta yang menyentuh angka 1,5 juta - 2 juta perbulannya. Belum lagi kita bayar mahal untuk kos-kosan ya hanya untuk memperkaya juragan kosan, beda halnya dengan mencicil apartemen yang menjadi dapat menjadi aset kita,” ucapnya.
Andi turut menuturkan terjadi kenaikan harga apartemen apabila dijual dengan peningkatan sebesar 30-50% per tahun. Menurutnya momentum ini adalah saat yang tepat untuk mulai berinvestasi di apartemen.
Baca juga: Mau Beli Properti? Ada 6 Tahap yang Perlu Dipahami“Peningkatan harga sebesar 30-50% tersebut diimbangi dengan kenaikan harga properti diawal tahun, jadi inilah momen yang pas bagi kita untuk berinvestasi melalui properti,” tambahnya.
(est)