LANGIT7.ID, Jakarta - Sebelum pertandingan
sepak bola dimulai, Anda pasti melihat para pemain berjalan memasuki lapangan sambil menggandeng anak kecil. Anak-anak kecil tersebut merupakan
Player Escort yang juga menjadi maskot pertandingan.
Kehadiran anak-anak tersebut bukan tanpa alasan, melainkan ada tujuan mulia dari keterlibatan anak-anak saat menjadi
player escort. Keberadaan anak-anak itu bertujuan mempromosikan sepak bola sebagai pertandingan yang ramah keluarga serta bagian dari kampanye hak-hak anak dan
fair play.
Dilansir dari
Your Soccer Home, Sabtu (10/12/2022), praktik escort pada pertandingan sepak bola mulai muncul pada 1990-an. Pada pertandingan besar, seorang anak atau pendamping pemain akan menemani tim di awal permainan.
Baca Juga: Ini Isi Buku Panduan Mengenal Islam di Piala Dunia Qatar 2022Ajang Euro 2000 di Belanda dan Belgia menjadi turnamen sepak bola besar pertama yang menghadirkan
player escort dalam laga. Kemudian gelaran
Piala Dunia 2002 di Korea Selatan-Jepang, kehadiran anak-anak sebagai
player escort kian populer.
Sejak saat itu,
FIFA dan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) bergerak bekerja sama dalam hal pemenuhan kebutuhan anak-anak maupun ibu di negara berkembang. Namun, untuk menjadi
player escort tidaklah sembarangan.
Anak-anak pendamping pemain sepak bola itu biasanya dari akademi klub. Beberapa klub seperti Liverpool dan Manchester United memberikan kesempatan bagi anak-anak berusia 4-11 tahun dan 7-14 tahun untuk menjadi
player escort.
Baca Juga: Timnas Maroko Kibarkan Bendera Palestina Usai Menang atas SpanyolNamun pada turnamen-turnamen akbar seperti Piala Dunia, maskot anak-anak dipilih melalui kontes yang digelar sponsor. Sejatinya,
player escort bukan hanya dari kalangan anak-anak.
Saat tim sepak bola sedang mendukung kampanye tertentu, mereka bisa saja didampingi orang yang lebih tua atau bahkan hewan. Seperti yang terjadi pada 2015, klub Belanda Ajax Amsterdam memutuskan menggunakan ibu sebagai pendamping pemain. Keputusan itu dilakukan dalam rangka memperingati Hari Ibu.
Lalu pada 2015, tim Brasil membawa 11 anjing di sisi mereka untuk pendampingan memasuki lapangan. Hal ini sebagai bentuk dukungan inisiatif
city-wide untuk mendorong lebih banyak orang mengadopsi anjing liar.
Baca Juga:
Bukan WAGs, Timnas Maroko Boyong Orang Tua Sebagai Suporter
Mengenal Kiper Maroko Yassine Bounou, Heroik saat Adu Penalti(gar)