LANGIT7.ID, Jakarta - Sebagian orang beranggapan bahwa
berbisnis itu ribet. Padahal keputusan untuk
memulai usaha merupakan langkah yang benar, tinggal ikhtiar mengelola dengan baik.
Mengelola usaha memang gampang-gampang susah, tapi jangan dibuat ribet. Pelaku usaha harus tahu trik sederhana mengaturnya, jangan pusing gara-gara perkara teori.
"Mencari uang itu kalau sudah terbiasa, kita akan mudah, yang penting jangan hanya berpikir jadi pekerja," kata pengusaha
Jusuf Hamka dalam video motivasinya dikutip Ahad (11/12/2022).
Seorang pemula sudah semestinya banyak-banyak belajar dalam
mengelola bisnis. Lalu coba untuk mengembangkan usaha sesuai kemampuan masing-masing, sehingga bisnis tetap terasa mudah.
Melansir
Career Addict, berikut 5 tips yang mesti diketahui pengusaha agar bisnis tak terkesan ribet:
Baca Juga: Modal Awal Bangun Bisnis, Pahami Pasar sebelum Jual Produk1. Atur KeuanganSaat mulai memutuskan untuk terjun ke bisnis, Sahabat tidak bisa lagi bersikap liberal dengan keuangan. Bahkan, Sahabat harus lebih berhati-hati dalam hal keuangan ini.
Hal ini berlaku bagi Sahabat yang memulai bisnis dengan modal sendiri. Itu karena Sahabat sangat bergantung pada keuangan pribadi untuk memulai, memelihara, dan memperluas bisnis.
Adapun tips yang bisa Sahabat lakukan dalam kehati-hatian keuangan ini, antara lain membuat anggaran, melunasi semua utang, dan mengurangi pengeluaran untuk hal yang kurang penting.
2. Sesuaikan KemampuanJangan pernah khilaf dalam berbisnis. Artinya, Sahabat tak boleh boros dalam ongkos produksi maupun aset bisnis.
Hindari melakukan banyak pinjakan usaha, baik kecil maupun besar. Sahabat cukup menyesuaikan dengan kemampuan saat ini, hingga akhirnya bisnis dapat berkembang dari capaian dan perputaran uang dari hasil penjualan produk.
Selain tidak banyak berutang, berbisnis sesuai kemampuan juga berarti Sahabat tidak hidup dengan gaya mewah, memutar kembali penghasilan untuk perkembangan bisnis, dan maksimalkan kerja tim yang ada.
3. Jangan Dulu BeriklanBila bisnis belum mapan, jangan dulu banyak menghabiskan modal hanya untuk beriklan. Lebih baik Sahabat memanfaatkan anggaran untuk menambah aset atau menutupi biaya operasional.
Adapun siasat yang bisa Sahabat lakukan untuk promosi yaitu dengan interaksi atau keterlibatan langsung kepada konsumen. Salah satunya dengan merespon pertanyaan mereka dengan cepat dan meningkatkan keaktifan di media sosial.
4. Konsultasi dengan PakarBisnis tidak bisa berkembang dengan hanya dengan hoki-hokian ataupun modal nekat. Konsep bisnis dan target capaian mesti diperhitungkan dengan baik.
Nah, Sahabat bisa berkonsultasi dalam pengembangan bisnis kepada pakar. Selain itu, cara lain yang bisa dilakukan dalam hal ini adalah dengan merekrut orang-orang yang memang ahli dalam bidangnya.
Di antaranya seperti pemasaran, pembuatan konten, akuntansi, dan lainnya.
5. Pembeli adalah RajaHubungan baik dengan pelanggan terbukti mampu meningkatkan penjualan dan kepercayaan. Jadi beri para pelanggan ini pelayanan lebih dari yang mereka butuhkan.
Ada banyak contoh keberhasilan bisnis dengan mengutamakan pelayanan pelanggan. Salah satunya ada Starbucks yang mengedepankan keramahan kepada para pelanggannya.
(bal)