LANGIT7.ID, Jakarta - FIFA mengabarkan penggunaan bola baru dalam gelaran semi final dan final Piala Dunia 2022. Bola bernama “Al Hilm” tersebut diresmikan Adidas, Ahad (11/12/2022) akan menggantikan “Al Rihla” yang telah bergulir sejak awal kompetisi.
Al Hilm adalah “Impian” dalam bahasa Arab, menyiratkan bahwa akhir Piala Dunia 2022 adalah impian bagi semua negara peserta. FIFA menyatakan, bola Al Hilm dilengkapi fitur berteknologi canggih untuk mendukung performa pertandingan.
Dari segi desain, Al Hilm menampilkan desain grafis yang unik dan berbeda dari Al Rihla. Namun, sama halanya dengan
Al Rihla, Al Hilm akan menampilkan teknologi 'Connected Ball', yang telah terbukti sukses besar dalam membuat keputusan offside semi-otomatis lebih cepat dan lebih akurat.
Baca juga: Depak Portugal, Maroko Wakil Afrika Pertama Lolos ke SemifinalMemanfaatkan kemajuan teknologi terbaru dalam desain bola, Al Hilm menyertakan teknologi adidas 'Connected Ball’. Teknologi ini bisa membantu ofisial pertandingan membuat keputusan yang lebih cepat dan lebih akurat selama Piala Dunia ini.
“Inovasi ini menawarkan data instan Video Match Officials, untuk membantu mengoptimalkan pengambilan keputusan untuk pengalaman penggemar yang mulus,” dikutip keterangan pers FIFA, Ahad (11/12/2022).
Al Hilm juga dilengkapi teknologi kecerdasan buatan yang disertai dengan sensor IMU (inertial measurement unit). Teknologi baru ini disebut dapat meminimalisir kesalahan dalam pembacaan sistem offside semi-otomatis.
"Dengan perkembangan teknologi bola yang terhubung,
Adidas memungkinkan bahwa tambahan lapisan informasi penting tersedia untuk pejabat pertandingan video. Data dari bola membuka wawasan baru untuk menampilkan momen unik di lapangan di Piala Dunia ini,” kata Direktur Teknologi & Inovasi Sepak Bola di FIFA Johannes Holzmüller
Al Hilm adalah bola pertama yang digunakan dalam babak semi dan final sepanjang Piala Dunia yang dibuat hanya menggunakan tinta dan lem berbasis air. Desainnya, sementara itu, diatur pada warna dasar emas bertekstur yang menampilkan pola segitiga halus.
Baca juga: Gebuk Inggris 2-1, Les Bleus Melenggang ke Semifinal Desainnya mengambil inspirasi dari gurun berkilau di wilayah yang mengelilingi kota Doha, warna trofi Piala™ Dunia FIFA, dan pola bendera Qatar. Al Hilm disebut mewakili filosofi mercusuar cahaya kekuatan olahraga dan sepak bola untuk menyatukan dunia.
“Jutaan orang hampir setiap negara di seluruh dunia, disatukan oleh hasrat selama pertandingan. Kami berharap yang terbaik untuk semua tim yang terlibat dalam tahap akhir turnamen saat mereka bersaing di panggung terbesar sepak bola" kata Nick Craggs, General Manager – Football, Adidas.
(sof)