LANGIT.ID, Jakarta - Orangtua tak boleh memaksa anak mencium kerabatnya sebagai bentuk
kasih sayang. Kondisi ini malah menimbulkan tekanan dan membuat mereka menangis.
Psikolog Aliza Pressman mengatakan memang tidak ada kekerasan. Namun, hal itu justru akan memberi tekanan pada anak ketika mereka yang belum mengerti menolak untuk menunjukkan kasih sayang.
"Orangtua mesti menghargai
insting anak mereka ketika menolak untuk memberi rasa kasih sayang karena ketidaknyamanan. Bahkan, bisa jadi anak merasa tidak aman secara fisik saat harus memberi kasih sayang secara paksa," jelas pendiri Mount Sinai Parenting Center ini, dikutip
Huffpost, Ahad (18/12/2022).
Orangtua mesti sadar pentingnya untuk memberikan anak kesempatan terkait otonomi tubuhnya sendiri. Artinya, harus ada rasa menghargai ketika anak tidak setuju untuk melakukan sesuatu.
"Otonomi tubuh adalah hak seseorang untuk memutuskan apa yang terjadi pada tubuhnya sendiri tanpa pengaruh eksternal. Termasuk menolak sentuhan fisik," katanya.
Sebaliknya, paksaan untuk mencium kerabat bisa menjadi bentuk pengabaian terhadap ketidaknyamanan anak akan situasi tertentu.
"Karena anak-anak perlu tahu bahwa tidak seorang pun boleh menyentuh tubuh mereka tanpa persetujuan mereka," tambah psikolog klinis, Laura Markham.
Markham mengungkapkan, menghargai anak ketika menolak memberi sentuhan fisik merupakan upaya pencegahan terhadap pelecehan seksual.
“Jadi anak-anak tidak boleh dipaksa untuk membiarkan orang lain menyentuh tubuh mereka di luar keinginannya,” tambah Markham.
Memaksa anak melakukan ciuman kepada kerabatnya adalah contoh ketidakseimbangan kekuatan antara orang dewasa dan anak-anak. Sehingga anak-anak seringkali ketakutan dan hal ini dapat menyebabkan anak lebih rentan terhadap pelecehan.
Tips bagi Orangtua 1. Hargai keputusan anak dan bimbing mereka dalam hal kasih sayang. Jangan paksa anak melakukan sesuatu ketika mereka tak menyukainya, karena peran orang tua bukanlah mengelola emosi orang dewasa lainnya dan mengorbankan perasaan anak
2. Beri tahu anak hal apa saja yang bisa dilakukannya terhadap orang dewasa sebagai bentuk kasih sayang. Ada cari lain selain mencium, yaitu bersalaman, senyum, dan berpelukan.
3. Ajarkan anak untuk ramah kepada kerabat yang lama tak dijumpainya. Ramah ini bisa dilakukan dengan sapaan dan mengobrol atau menjawab pertanyaan kerabat dengan sopan.
4. Anak mesti diberitahu bahwa menolak pelukan atau ciuman mungkin akan membuat kerabat menjadi sedih. Tapi jangan salahkan mereka, melainkan berikan pemahaman atas bentuk kasih sayang yang memang diperbolehkan.
5. Minta kerabat untuk memaklumi kondisi anak Anda dalam hal ini. Pastikan mereka tidak saling marah dan membuat hubungan justru memburuk.
(bal)