LANGIT7.ID - , Jakarta - Menteri Perhubungan
Budi Karya Sumadi mengatakan akan menjadikan
Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat sebagai
embarkasi haji pada 2023 nanti. Hal tersebut disampaikan Menteri Budi dalam kunjungan kerja di Arab Saudi pada Ahad (18/12/2022).
Dalam kesempatan tersebut Budi juga mengapresiasi dukungan pemerintah Arab Saudi yang memberikan slot penerbangan umrah melalui Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat. Di samping itu, Budi menjelaskan bahwa penerbangan umrah melalui Bandara Kertajati sudah beroperasi secara reguler.
Baca juga: DPR Usul Embarkasi Haji Hanya di Aceh, Ini Alasannya"Saat ini Garuda Indonesia dan Lion Air sudah beroperasi. Ke depan kami mendorong Saudi Airlines untuk dapat melayani penerbangan umroh dari dan ke Kertajati. Pada 2023 nanti, kami akan jadikan Bandara Kertajati sebagai embarkasi Haji," ucap Budi Karya Sumadi dalam keterangan resmi, dikutip Senin (19/12/2022).
Sementara, pihak Arab Saudi menawarkan Bandara Thaif sebagai poin untuk penerbangan haji dari Indonesia.
Tujuannya untuk mengurangi kepadatan kloter penerbangan jamaah haji di Bandara Jeddah dan Madinah, serta dapat mengurangi masa tinggal jamaah Haji di Arab Saudi sehingga dapat menekan
biaya haji.
Menurut Budi, kerja sama bilateral kedua negara di sektor penerbangan sudah terjalin sejak lama yaitu sejak 15 Desember 1988, melalui penandatanganan perjanjian hubungan udara RI-Arab Saudi.
Kerjasama pun berlanjut dengan penandatanganan MoU yang mengatur hak-hak angkutan udara pada 2017, di mana Indonesia membuka penerbangan penumpang dan kargo di sejumlah bandara di Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar, Denpasar, Solo, Balikpapan dan Palembang.
Sementara, Arab Saudi membuka penerbangan penumpang dan kargo di sejumlah bandara di Jeddah, Riyadh, Dammam, Madinah, dan Taif.
Baca juga: 7 Kloter Berangkat, Embarkasi Padang Tiba Pukul 6 Sore Waktu SaudiSebelum pandemi, maskapai dari Arab Saudi yaitu Saudi Airlines telah melakukan penerbangan dari Arab Saudi ke sejumlah Bandara di Indonesia yaitu Soekarno Hatta, Juanda Surabaya, dan Kualanamu Medan. Namun sejak pandemi Arab Saudi hanya melakukan penerbangan ke Bandara Soekarno Hatta.
Sementara itu, sejumlah maskapai nasional juga telah melakukan penerbangan ke Arab Saudi melalui maskapai Garuda Indonesia dan Lion Air.
"Pihak Arab Saudi menyampaikan beberapa keinginan. Mereka menginginkan untuk menambah slot penerbangan ke Bandara Soekarno-Hatta. Selain itu, mereka juga ingin melayani penerbangan ke Denpasar, Bali dan Surabaya. Mereka juga menginginkan dibukanya poin ke Yogyakarta. Tentu itu menjadi peluang yang baik bagi pemulihan industri penerbangan, pariwisata, maupun penyelenggaraan haji dan umroh," lanjutnya.
Atas permintaan tersebut, Budi meminta Dirjen Perhubungan Udara untuk membahas secara detail dan teknis dengan Dirjen Perhubungan Udara Arab Saudi (GACA), menyesuaikan dengan perjanjian bilateral yang berlaku.
"Kami juga berkeinginan agar Pemerintah Arab Saudi membuka hak angkut kelima untuk Indonesia, agar maskapai Indonesia dapat membuka paket wisata dengan umrah," tuturnya.
Baca juga: Perdana, Jemaah Haji Kloter 1 Embarkasi Solo Mendarat di MadinahDalam lawatannya Menhub Budi bertemu dengan Menteri Umroh dan Haji Arab Saudi Tawfiq Al-Rabiah, Menteri Transportasi dan Logistik Arab Saudi Saleh Al-Jasser, Direktur Jenderal Saudi Airlines Ibrahim-Al Omar, dan mantan Menteri Haji dan Umroh Arab Saudi Muhammad Saleh Banten.
Kunjungan kerja tersebut merupakan kelanjutan dari kunjungan kerja Menhub ke Asia Selatan dan Timur Tengah. Setiba di Arab Saudi, Menhub disambut oleh Wakil Menteri Transportasi Arab Saudi Saad bin Abdul Aziz Al-Khalab.
(est)