LANGIT7.ID, Jakarta - Rasulullah SAW mengajarkan berbagai
doa sesuai kebutuhan umatnya. Salah satunya yaitu doa saat terjadi
hujan deras agar diberikan keselamatan dari musibah.
Hujan adalah rahmat dan berkah dari Allah SWT, sehingga umat harus banyak bersyukur dan memanjatkan doa di saat hujan. Selain itu saat terjadi hujan jadi waktu
mustajab berdoa.
Rasulullah SAW bersabda, "Dua doa yang tidak akan ditolak: Doa ketika adzan dan doa ketika ketika turunnya hujan." (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi).
Baca Juga: Waktu Mustajab, Berdoa saat Hujan Ternyata Lebih Cepat DiijabahNamun, hujan deras disertai angin kencang dikhawatirkan dapat mendatangkan musibah, seperti banjir dan tanah longsor.
Dalam hal ini, Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan umatnya doa-doa untuk terhindar dari bahaya saat terjadi hujan deras disertai angin kencang. Adapun kumpulan doa-doa tersebut, antara lain:
1. Hujan yang merusakRasulullah SAW mengangkat kedua tangannya dan berdoa:
اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلاَ عَلَيْنَا، اللَّهُمَّ عَلَى الآكَامِ وَالظِّرَابِ، وَبُطُونِ الأَوْدِيَةِ، وَمَنَابِتِ الشَّجَرِLatin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.
Artinya: Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan yang untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, sebagian anak bukit, perut lembah, dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan,” (HR. Bukhari Muslim).
2. Hujan disertai angin kencangNabi Muhammad SAW saat hujan disertai angin kencang berdoa:
اَللهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَمَا اُرْسِلَتْ بِهِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّمَا فِيْهَا وَشَرِّمَا اُرْسِلَتْ بِهِLatin: Allaahumma inni as-aluka koirohaa wa khoiro maa fiiha wa khoiro maa ursilat bih. Wa a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih.
Artinya: Ya Allah, saya memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang Engkau kirim bersamanya. (HR. Muslim).
3. Hujan banjirDiriwayatkan oleh Utsman bin Affan RA, Rasulullah SAW bersabda:
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُLatin: Bismillahilladzi la yadhurru ma’asmihi syaiun fillardhi wala fissamai wahuwassami’ul ‘alim.
Artinya: Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat), dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).
4. Doa saat turun hujanDiriwayatkan dalam hadits Bukhari, Aisyah RA mengatakan:
اللَّهُمَّصَيِّباًنَافِعاًLatin: Allahumma shoyyiban nafi'an'.Artinya: Ya Allah, turunkan lah pada kami hujan yang bermanfaat.
5. Hujan petirDiriwayatkan dalam hadits Imam Malik, Nabi Muhammad SAW membaca doa ketika hujan diawali atau disertai petir:
سُبْحَانَ الَّذِي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ
Latin: Subhaanalladzii yusabbihur ro'du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatih.Artinya: Mahasuci Allah yang dengan memuji-Nya bertasbihlah halilintar dan juga para malaikat karena takut kepada-Nya.
Kala Rasulullah SAW Cemas saat Turun Hujan DerasPendakwah Arfa Abi mengisahkan, Rasulullah SAW juga pernah merasa gelisah saat terjadi hujan deras. Kegelisahan itu sampai-sampai membuat Aisyah keheranan.
"Aisyah RA, seperti diriwayatkan dalam hadis Bukhari, menceritakan bahwa wajah Rasulullah SAW yang terlihat ketakutan saat hujan deras turun, lalu berubah saat hujan reda," kisah dia dikanal Arfa abi official, Selasa (27/12/2022).
Maka Aisyah pun bertanya, "Ya Rasulullah, apabila terlihat awan mendung semua orang merasa gembira karena menandakan hujan akan turun, tetapi engkau justru terlihat ketakutan?"
Nabi Muhammad SAW menjawab, "Wahai Aisyah, bagaimana aku dapat meyakini bahwa angin kencang dan awan mendung itu bukan mendatangkan azab dari Allah SWT? Kaum 'Ad telah dibinasakan oleh angin topan.
Ketika mereka melihat awan mendung, mereka gembira karena mengira akan segera turun hujan. Padahal bukan hujan, melainkan azab Allah SWT untuk membinasakan mereka."
Kisah tersebut juga diabadikan dalan Al-Qur'an surat Al-Ahqaf ayat 24-25:
فَلَمَّا رَاَوْهُ عَارِضًا مُّسْتَقْبِلَ اَوْدِيَتِهِمْ قَالُوْا هٰذَا عَارِضٌ مُّمْطِرُنَا ۗبَلْ هُوَ مَا اسْتَعْجَلْتُمْ بِهٖ ۗرِيْحٌ فِيْهَا عَذَابٌ اَلِيْمٌۙتُدَمِّرُ كُلَّ شَيْءٍۢ بِاَمْرِ رَبِّهَا فَاَصْبَحُوْا لَا يُرٰىٓ اِلَّا مَسٰكِنُهُمْۗ كَذٰلِكَ نَجْزِى الْقَوْمَ الْمُجْرِمِيْنَArtinya:Maka ketika mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, mereka berkata, “Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kita.” (Bukan!) Tetapi itulah azab yang kamu minta agar disegerakan datangnya (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih,
yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya, sehingga mereka (kaum ‘Ad) menjadi tidak tampak lagi (di bumi) kecuali hanya (bekas-bekas) tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami memberi balasan kepada kaum yang berdosa. (QS. Al-Ahqaf: 24-25).
(bal)