Potensi Badai di Jabodetabek, Puan Ingatkan Pentingnya Mitigasi Bencana
elvin andikaSelasa, 27 Desember 2022 - 21:40 WIB
Ilustrasi. (Foto: Langit7.id/iStock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua DPR RI, Puan Maharani mengingatkan pentingnya mitigasi bencana menyusul banyaknya bencana alam yang terjadi di tengah musim penghujan. Pernyataan tersebut disampaikan Puan menanggapi adanya potensi badai di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek).
"Atas potensi hujan ekstrem dan badai di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan sekitarnya, saya mengimbau dilakukannya antisipasi bencana semaksimal mungkin," kata Puan dalam keterangannya, Selasa (27/12/2022).
Menurut Puan, hasil penelitian yang dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) belum lama ini patut diwaspadai. Puan meminta semua pihak harus siaga bencana.
"Kami meminta pemerintah pusat bekerja sama dengan Pemerintah Daerah, TNI/Polri, BNPB-BPBD, Basarnas, BMKG, dan stakeholder lain yang terkait untuk memastikan kesiapan terhadap dampak bencana," ucap Puan.
Politisi Partai PDI Perjuangan (PDIP) itu menekankan mitigasi menjadi hal yang penting dilakukan guna mengurangi risiko bencana. Baik secara infrastruktur fisik dan SDM (sumber daya manusia), maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana alam.
"Perencanaan yang baik dalam mitigasi bencana sangat penting. Kemudian bagaimana respons dari pihak-pihak yang bertanggung jawab sebagai upaya meminimalkan bahaya yang diakibatkan bencana," ujar eks Menko PMK itu.
Tak hanya perencanaan dan respons pihak-pihak terkait, Puan menilai hal yang tak kalah pentingnya adalah penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat. Khususnya kepada warga yang tinggal di wilayah rawan bencana.
"Mitigasi bencana harus dilengkapi dengan upaya pemulihan demi menjamin keberlangsungan hidup masyarakat pasca terjadi bencana alam. Semua pihak harus bergotong-royong mengatasi bencana alam sehingga keselamatan rakyat dapat terjamin," lanjut Puan menerangkan.
Lebih lanjut, Puan mengatakan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas, termasuk menghadapi kemungkinan terburuk. Dia juga mengingatkan agar masyarakat selalu waspada terhadap potensi bencana.
"Sebisa mungkin selalu awas terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam. Kita harus bisa memastikan keselamatan diri dan keluarga," ujarnya.
Sebelumnya, hasil penelitian BRIN menunjukkan bahwa hujan ekstrem dan badai dahsyat berpotensi terjadi pada 28 Desember 2022 di kawasan Jabodetabek, khususnya Tangerang. BRIN menyebut, badai dahsyat dari laut akan berpindah ke darat.
BRIN menerangkan, analisis data memperlihatkan akan terjadinya tol hujan bernama badai squall line di laut (Samudra Hindia). Badai tersebut akan bergabung dengan badai konvektif skala meso (MCC) yang terbentuk di darat dengan inti badai di atas wilayah Banten dan sekitarnya.