LANGIT7.ID, Jakarta - Indonesia akan menjamu Thailand dalam fase Grup A
Piala AFF 2022 matchday keempat, Kamis (29/12/2022) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Terdapat sejumlah catatan kelemahan permainan Skuad Garuda dari dua pertandingan sebelumnya.
Pertama adalah masalah performa pemain karena berhentinya Liga 1 selama hampir dua bulan. Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong mengaku kondisi yang demikian cukup merepotkan untuk memperbaiki permainan para pemain.
“Sebelumnya pun sudah menduga bakal ada masalah di pertandingan melawan Kamboja, tetapi dengan usaha dari pemain kita bisa mendapatkan kemenangan,” kata STY dalam konferensi pers, Rabu (28/12/2022).
Baca juga: Alexandre Polking Sebut Laga Indonesia vs Thailand Bakal Jadi Laga Fantastis Pada laga perdana melawan Kamboja, Indonesia menang tipis 2-1. Meski demikian, terdapat catatan dari segi variasi permainan yang monoton sehingga alur serangan dari sisi sayap cenderung membosankan.
"Dengan liga berhenti dua bulan memang menjadi kerugian besar untuk
Timnas Indonesia. Apalagi performa pemain tak bisa meningkat secara instan, tapi pertandingan satu dan kedua berjalan baik,” kata pelatih asal Korea Selatan itu.
Saat lawan Kamboja, M. Rafli dan Ilija Spasojevic sebagai ujung tombak kerap kali
deadlock karena umpan-umpan yang dikirimkan ke dalam kotak penalti terlampau deras ataupun berhasil dipatahkan lini belakang Kamboja. Indonesia juga berkali-kali gagal dalam sentuhan akhir untuk menciptakan gol.
Indonesia sering mengalami kesulitan ketika Kamboja telah menutup ruang gerak para pemain dari sisi sayap harus berakhir dengan percobaan dari luar kotak penalti yang tak membahayakan. Argumen ini diperkuat dengan jumlah shot off target sebanyak delapan kali, dengan akurasi tendangan hanya sebesar 42,1%.
Timnas Indonesia juga masih buruk dalam situasi bola mati, baik dalam mengekusesinya sendiri maupun dalam menghadapi situasi bola mati dari lawan. Lini belakang Indonesia juga sering kehilangan fokus, terutama saat pemain lawan melakukan gerakan kejutan.
Baca juga: Respons Kemenangan Beruntun Indonesia, Wapres: Masih Lawan Tim Mudah “Masalah seperti itu akan diperbaiki pelan-pelan,
step by step pasti akan lebih baik, bukan hanya finishing saja, tapi masalah fokus pemain juga,” imbuh STY.
Kebijakan
STY merotasi pemain saat melawan Brunei dinilai sudah tepat untuk menjaga kebugaran para pemain. Apalagi jadwal pertandingan tiga hari sekali yang berpindah-pindah negara cukup mempengaruhi kualitas para pemain di lapangan.
‘’Saya harus katakan permainan kita (Indonesia) terus membaik, meskipun ada beberapa pemain yang dirotasi. Pemain bermain bagus dan semangat. Semangat ini harus terus dipertahankan saat melawan Thailand (29/12) dan melawan Filipina (2/1/2023) nanti,’’ ujar Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan
(sof)