LANGIT7.ID, Jakarta - Islam mengajarkan umatnya untuk tidak saling mencemooh, termasuk saat melihat orang lain bermaksiat. Ujaran bernada
toxic mesti diubah menjadi
doa.
Umat Islam mesti lebih memperbanyak doa ketimbang melontarkan kata-kata toxic, terutama saat mengetahui adanya
maksiat. Sebab doa merupakan senjata bagi orang-orang beriman.
Dalam hadis,
Rasulullah SAW bersabda: "Doa adalah senjatanya orang beriman, tiangnya agama dan cahayanya langit dan bumi". (HR Al Hakim).
Pendakwah
Buya Yahya menjelaskan, doa juga bisa digunakan untuk merubah kebiasaan buruk orang lain, sehingga, tak perlu mencemooh dan saling menyalahkan.
"Kalau kita sudah sedih melihat orang bermaksiat, mustahil kita akan melakukan hal serupa," kata dia dalam penggalan kajiannya, dikutip Selasa (2/1/2022).
Baca Juga: Berdoa dan Minta Petunjuk Allah, Aa Gym: Semua Masalah Jadi MudahKesedihan saat melihat saudara muslim bermaksiat adalah tanda hidupnya hati seseorang. Sebaliknya, bila cemoohan ditujukan kepada orang bermaksiat, maka itu pertanda hati yang mati.
Menurutnya, cemoohan hanya dilakukan oleh orang-orang yang sombong. Sehingga sangat mudah bagi mereka merendahkan orang lain.
"Nau'dzubillah, jangan sampai kita merendahkan. Ada baiknya kita menengadahkan tangan ke langit dan mendoakannya menjadi lebih baik," ujarnya.
Pengasuh LPD dan Pondok Pesantren Al Bahjah ini mengingatkan, sekarang merupakan momen yang tepat untuk melakukan perubahan.
Dengan memastikan tidak saling mengolok-olok, tapi justru saling mendoakan pada hal yang baik-baik.
"Kalaupun belum bisa merasa sedih, adukanlah kepada Allah SWT agar memiliki hati yang perasa dan iba. Sehingga bisa memiliki kepedulian terhadap sesama," ungkapnya.
Meminta kebaikan kepada Allah SWT untuk saudara muslim yang bermaksiat adalah tindakan yang baik. Tindakan baik ini hanya dilakukan oleh orang-orang baik.
"Anda punya iman, sehingga tidak ingin ada umat Nabi Muhammad SAW yang terjerumus, maka doakan yang baik-baik. Sekaligus menjadi kesempatan untuk semakin berbenah dan bertobat atas kesalahan yang pernah kita lakukan," katanya.
(bal)