LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 4 rekomendasi pembelian terbaik saat masih berusia 20 tahunan.
Pembelian ini bisa memberikan manfaat dalam karier dan bisnis untuk jangka panjang.
Anak muda biasanya hanya akan mementingkan gengsi dan gaya hidup. Padahal perilaku ini terbilang keliru, karena seharusnya penghasilan yang ada mesti dialokasikan pada sesuatu yang dapat menunjang karir dan bisnis.
Tujuannya agar dapat memanen
kesuksesan di kemudian hari. Berikut saran CEO dan Founder
ternakuang.id, Reymond Chin untuk pembelian terbaik diusia 20-an:
Baca Juga: 3 Pembelian Terburuk di Usia 20-an, Sadari Sebelum Terlambat1. IlmuIlmu terbagi menjadi dua, yaitu secara teori dan praktik. Adapun maksud membeli ilmu ini lebih ditekankan secara praktik.
Walaupun ilmu secara teori juga dianggap penting, tapi diawal tahun 2023 ini sudah saatnya untuk menerapkan ilmu secara praktik.
"Artinya fokuslah pada skill practical. Seperti dari referensi buku, kursus, workshop, atau bootcamp," kata dia dikanal YouTubenya, dikutip Selasa (3/1/2022).
Hal ini sangat penting bagi orang-orang yang masih berusia 20 tahunan, di mana mereka masih dalam proses merintis karir. Mendalami ilmu secara praktik akan membuat seseorang menjadi kreatif dan langsung bisa menerapkannya secara praktik.
"Jadi kalian bisa langsung mendapatkan skill dan menerapkannya dalam karir. Saya pikir itu cara mudah investasi diusia 20 tahunan," katanya.
2. Pendukung Kerja Pelajari hal yang bisa menjadi pendukung kerja. Misalnya saja bekerja para sektor digital, maka pendukung kerja di sini adalah laptop atau gadget.
"Pendukung kerja di sini juga memadai. Seperti profesi editor video yang tidak bisa membeli laptop dengan hanya spesifikasi rata-rata," katanya.
Membeli barang pendukung kerja ini sebetulnya bukan mengedepankan gengsi, melainkan untuk menunjang produktivitas.
"Karena ada hal yang bisa diukur dan dipertimbangkan, seperti laptop yang lebih mahal akan menyingkat waktu rendering ketimbang laptop murahan," ujarnya.
3. Hobi dan Pengalaman Diusia 20-an yang masih terbilang muda, Sahabat Langit7 juga sebetulnya boleh mengalokasikan penghasilan untuk penunjang hobi dan pengalaman.
"Orang diusia 20-an membutuhkan sesuatu hal yang memiliki sustainability, yaitu membangun sebuah kebiasaan kerja yang bisa bertahan sangat amat panjang hingga puluhan tahun," katanya.
Hobi dan pengalaman ini termasuk memenuhi kebutuhan seperti untuk membeli alat musik ataupun jalan-jalan. Dengan besaran alokasi anggarannya sebesar 30 persen.
"Jadi 50 persen penghasilan untuk kebutuhan, 30 persen untuk penyaluran hobi, dan 20 persen untuk tabungan," ujarnya.
4. NetworkingNetworking baik bagi anak muda, karena sifatnya yang mirip dengan produktivitas. Networking juga membutuhkan adanya alokasi dana.
"Katakanlah kalian mengalokasikan Rp500 ribu dari penghasilan untuk traktir teman-teman atau ikut serta dalam acara yang sifatnya meet & greet," katanya.
Networking akan sangat dibutuhkan saat memasuki usia 30-40 tahunan. Pasalnya, ada istilah "Return of Investment, di mana orang-orang biasanya akan kembali bertemu untuk melakukan trade terkait bisnis dan karir.
(bal)