LANGIT7.ID, Jakarta - Turki selalu menarik perhatian para pelancong dari berbagai negara. Pasalnya, negara yang terletak di kawasan Eurasia (benua Europe-Asia) memiliki perpaduan budaya Eropa dan Timur Tengah.
Turki tak hanya menawarkan kota Istanbul yang eksotis atau gugusan bebatuan di Cappadocia. Negara yang mengusung simbol bulan sabit dan bintang itu memiliki tujuan wisata sarat dengan sejarah. Salah satunya kota kecil berjulukan Safranbolu yang sangat mempesona.
UNESCO menjuluki kota tersebut sebagai kota khas Ottoman. Bangunan dan jalan-jalan khas yang dahulu memainkan peran kunci dalam perdagangan selama berabad-abad.
![Safranbolu, Kota Kecil Mempesona Kental Sejarah Utsmani]()
Peran Safranbolu sebagai perlintasan karavan di masa lalu memang sangat penting. Kota penghasil utama kunyit saffron itu memiliki pengaruh besar terhadap pembangunan kota di penjuru Turki. Setelah Kesultanan Utsmaniyah berdiri pada tahun 1299, desain jalan dan bangunan di Safranbolu lantas menjadi model pembangunan kota-kota penting kala itu.
Kota tersebut merupakan destinasi bagi wisatawan yang ingin bernostalgia dengan kekhalifaan Utsmani. Hal tersebut diakui oleh salah satu pengunjung kota yang di Provinsi Karabuk itu, Ahmad Syauqy Ahnan, mahasiswa di karabük University, Turki.
"Safranbolu itu kota lama, perkotaan pada zaman Utsmani. Arstitektur pada zaman Utsmani itu bener-bener dijaga, bisa dilihat gimana bentukannya. Traveler yang peduli dengan sejarah kota itu bisa jadi destinasi. Kita bisa melihat sekilas kekhalifaan utsmani di satu kampung itu," kata Syauqi kepada
LANGIT7.ID, Kamis (8/7/2021).
Ciri Khas Perkotaan ala Kekhalifaan Utsmani Masih Terjaga Syauqi menceritakan, Safranbolu merupakan kota tua berciri khas Kekaisaran Ottoman yang tetap bertahan hingga saat ini. "Kota itu juga ditempati banyak penduduk. Sangat cocok kalau mau merasakan sensai kota Kekhalifaan Utsmani," ucapnya.
Gaya arsitektur bangunan dan jalan di Safranbolu masih bergaya standar arsitektur perkotaan dalam periode Kekhalifaan Utsmani. Misalnya, tipikal bangunan berangka kayu dan dinding bercat putih. Kehadiran gang-gang kecil bernuasan Eropa masa lalu menambah eksotis kota ini.
![Safranbolu, Kota Kecil Mempesona Kental Sejarah Utsmani]()
Wisatwan bisa menikmati seluruh kota dari atas bukit degan mengunjungi Historical Museum of Safranbolu yang berwarna kuning terang, ataupun mengunjungi Hidirlik Hill. Dua tempat ini saling berseberangan di puncak bukit dan dipisahkan oleh lembah.
Kota kecil yang cantik itu mendapatkan status UNESCO World Heritage Site pada tahun 1994. Bukan tanpa alasan UNESCO memberikan penghargaan tersebut, Safranbolu menyimpan kekayaan tradisi dan arsitektur Kekhalifaan Utsmani. Sisi autentik kota wisata satu ini tak bisa ditemukan di tempat lain.
Selain itu, Safranbolu yang dipenuhi bangunan bersejarah itu telah berdiri sejak abad ke-13. Sejak saat itu, kota yang dibangun di atas tanah landai menjelma menjadi jalur lintas caravan sekaligus pusat perdagangan yang amat penting.
Para wisatawan juga bisa menemukan kota tradisional dengan jalan-jalan batu yang diapit bangunan berciri khas Dinasti Ustmaniyah. Di kota itu, terdapat 1008 artifak bersejarah berusia ratusan tahun, delapan air mancur tua, satu menara jam bersejarah, serta ribuan rumah-rumah berusia ratusan rahun.
Seolah tak ada habis-habisnya, Safranbolu juga merupakan pusat belajar kebudayaan tradisional Turki. Kota itu memiliki satu museum bernama Kaymakamlar Müze Evi. Di museum itu, wisatawan bisa mempelajari kebudayaan tradisional Turki dan keseharian masyarakat Turki melalui peragaan diorama. Museum itu didesain seperti rumah tradisional Turki lengkap dengan perapian, ruang keluarga, serta dapur yang dipenuhi peralatan bejana dan kompor batu yang sangat khas.
![Safranbolu, Kota Kecil Mempesona Kental Sejarah Utsmani]()
Di kota tersebut juga terdapat sebuah gua sepanjang 500 meter, ngarai Incekaya setinggi 80 meter yang memiliki pemandangan menakjubkan, rumah-rumah dan sauna bersejarah yang menjadi kenangan tak terlupakan bagi pengunjung.
"Di sana juga banyak yang jual souvenir. Bangunan-bangunannya peninggalan kekhalifaan Utsmani. Bisa melihat gimana sih perkotaan di zaman Utsmani dulu. Gimana sih keadaan arstikturnya," ujarnya.
Akses menuju Safranbolu cukup mudah. Jika berangkat dari Istanbul, wisatawan membutuhkan lebih lima jam perjalanan darat untuk sampai ke Safranbolu. Jika dari Ankara, dibutuhkan dua setengah jam perjalanan untuk mencapai kota itu.
Di kota ini, wisatawan muslim tak perlu repot-repot cari tempat salat. Turki diepenuhi banyak masjid. Tidak heran, mayoritas masyarakat Turki adalah muslim.
"Kita tidak susah mendapatkan mushalla. Kelebihan Turki itu sangat ramah bagi muslim. Masjid di mana-mana. Sangat menarik. Bisa memanjakan mata. Di kampung itu ada dua masjid besar yang dibangun pada masa kekhalifaan Utsmani," ucapnya.
(asf)