LANGIT7.ID, Jakarta -
Arab Saudi siap memberikan dukungannya kepada Palestina setelah Israel melakukan provokasi di Masjid Al-Aqsa. Sebab perjuangan ini merupakan hal penting.
Hal ini disampaikan Perwakilan
Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Saleh Al-Suhaibani, dalam keterangannya seperti dilansir SPA, pada Rabu (11/1/2023) kemarin.
Al-Suhaibani mengatakan, dukungan itu diberikan sebagai rasa tanggungjawab yang didasari atas keyakinan, hati nurani, dan afiliasi OKI yang kuat dengan negara Arab dan
Islam.
"Pihak Kerajaan Saudi tengah mengintensifkan upaya internasional untuk mengakhiri konflik yang terjadi," katanya.
Baca Juga: Militer Israel Tembak Kepala Gadis Remaja PalestinaTujuannya untuk meningkatkan stabilitas seluruh kawasan dan kepedulian terhadap rakyat Palestina yang tengah menderita.
Al-Suhaibani menyampaikan penyerbuan itu dilakukan ekstremis Israel di Masjid Al-Aqsa yang diberkahi (Al-Haram). Serangan itu mengakibatkan terbunuhnya ratusan warga Palestina.
Menurutnya, perkembangan situasi berbahaya tersebut membutuhkan masyarakat internasional untuk segera menyelesaikan situasi saat ini. Sehingga dapat menghindari konflik dan konfrontasi regional.
Otoritas pendudukan Israel memulai konfrontasi dengan mengunjungi Masjid al-Aqsa pada 3 Januari 2023 lalu. Hal itu dapat mempengaruhi status Yerusalem serta Masjid al-Aqsa.
"Pihak Kerajaan menolak secara tegas konfrontasi tersebut. Mereka meminta perlindungan untuk Masjid Al-Aqsa dan menghentikan pelanggaran serta provokasi serius di dalamnya,” ujar Al-Suhaibani.
Arab Saudi meminta otoritas Israel untuk bertanggung jawab penuh atas akibat apapun terkait kebijakan dan praktik provokatif yang mereka lakukan. Terutama di kota Yerusalem dan serangan di Masjid Al-Aqsa.
"Tindakan tersebut dapat merusak upaya perdamaian internasional dan bertentangan dengan prinsip dan norma internasional dalam hal suci agama," katanya.
Al-Suhaibani juga mengatakan serangan tersebut merupakan provokasi bagi jutaan Muslim yang dapat memicu konflik, ekstremisme, dan ketidakstabilan di seluruh kawasan. Juga menjadi pelanggaran terhadap resolusi internasional.
"Kerajaan meminta komunitas internasional untuk segera mengambil tindakan dan memaksa Israel menghentikan praktik-praktik provokatifnya untuk mencapai keadilan bagi rakyat Palestina," tambahnya.
(bal)