LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 5 hal yang perlu dipersiapkan bagi
retailer di tahun 2023 ini. Mengingat di tahun ini gelombang resesi disebut menghantam perekonomian global.
Di tahun 2023 ini, retailer atau
pengecer dihadapkan pada volatilitas pasar. Sehingga penting untuk menemukan cara guna menarik dan menciptakan kebutuhan pelanggan.
Retailer harus bersiap menghadapi persaingan
pasar, di mana banyak penawaran diskon dari pesaing. Termasuk ongkos kirim gratis, bonus, dan lainnya.
Hal itu karena
inflasi yang telah mengubah kebiasaan pembeli. Di sisi lain konsumen ditahun ini diprediksi bakal lebih menghemat uang belanjanya.
Baca Juga: Pentingnya Pendaftaran Kekayaan Intelektual Bagi Pelaku UsahaRetailer yang ingin meminimalkan dampak inflasi mesti mengubah strategi mereka. Apalagi dengan kondisi pasar yang relatif tidak stabil pada dunia bisnis eceran.
Melansir Entrepreneur, berikut 5 hal yang mesti dipersiapkan retailer terkait strategi bisnis di tahun ini agar lebih kompetitif:
1. OmnichannelOmnichannel merupakan model atau sistem bisnis yang melibatkan beberapa channel penjualan. Tujuan utamanya untuk meningkatkan pengalaman belanja konsumen.
Dengan menerapkan omnichannel, pelanggan bisa bereksplorasi dari channel manapun secara efisien karena setiap platform saling terintegrasi.
Hal itulah yang akan menciptakan pengalaman berbelanja yang menarik bagi pelanggan. Fleksibilitas menjadi kunci utama dalam hal ini.
Guna memanfaatkan pengalaman omnichannel, retailer harus menciptakan sisi sosial yang mempertahankan identitas brand di berbagai saluran. Termasuk dalam hal pesanan, layanan, harga secara keseluruhan.
2. Hiperpersonalisasi Konsumen di tahun ini disebut bakal lebih berhati-hati dalam membelanjakan uangnya. Artinya, strategi personalisasi menjadi tidak efektif dalam mendorong penjualan.
Strategi personalisasi yaitu dengan menawarkan produk secara langsung kepada konsumen, baik melalui email, DM, private message, dan serupanya.
Saat ini, pelanggan menginginkan pembelian yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Sehingga retailer harus membuat konsumen lebih memiliki rasa keterkaitan dengan brand mereka, tujuannya untuk meningkatkan loyalitas dan retensi.
Buatlah rekomendasi produk yang sangat spesifik dan menarik. Hal itu dapat diukur melalui riwayat penelusuran pelanggan, pembelian sebelumnya, lokasi, jenis kelamin, dan usia untuk meningkatkan kemungkinan menghasilkan lebih banyak penjualan.
3. Artificial IntelligenceKecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dapat mempengaruhi pengalaman pelanggan saat berbelanja menjadi lebih unik dan menarik.
AI bahkan mampu menjawab pertanyaan pelanggan cukup akurat. Itulah tujuan utama pebisnis saat ini banyak menggunakan AI.
Retailer juga bisa memanfaatkan AI untuk menawarkan sebuah produk yang direkomendasikan untuk pelanggan tertentu. Sehingga pelanggan akan mendapatkan pengalaman dan produk yang betul-betul mereka butuhkan.
4. Data pribadiRetailer harus lebih transparan dalam menggunakan data pribadi pelanggan. Pasalnya, perlindungan data konsumen menjadi topik hangat yang belakangan banyak dibicarakan.
Berikan jaminan keamanan terkait data pribadi milik konsumen. Sehingga mereka juga bisa mendapatkan rasa aman hingga akhirnya leluasa untuk mengakses channel penjualan tertentu.
5. OrganikSekarang saatnya retailer beralih ke pemasaran organik. Pasalnya, belakangan tarif iklan terus mengalami kenaikan.
Hal itu tentu berdampak pada strategi penjualan retailer. Sehingga mereka harus mulai membuat strategi dalam mendorong pemasaran mereka secara organik.
Hal ini pun bukan sesuatu yang mudah untuk dilakukan. Retailer mesti menguasai strategi iklan, termasuk memanfaatkan SEO, media sosial, pemasaran konten, dan kemitraan.
(bal)