Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home community detail berita

Ekonomi dan Haji, 2 Sektor yang Bakal Jadi Perhatian Muhammadiyah

mahmuda attar Senin, 23 Januari 2023 - 13:50 WIB
Ekonomi dan Haji, 2 Sektor yang Bakal Jadi Perhatian Muhammadiyah
Ekonomi dan Haji, 2 Sektor yang Bakal Jadi Perhatian Muhammadiyah. (Foto: Istimewa).
LANGIT.ID, Jakarta - PP Muhammadiyah ke depan bakal menyoroti ekosistem ekonomi dan ibadah haji yang selama ini dampaknya dirasa masih kurang menyeluruh ke masyarakat.

Bendahara Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Hilman Latief menjelaskan, antara ekonomi dan ibadah haji semestinya memiliki keterkaitan satu sama lain.

Allah SWT berfirman, "Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh.

Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mereka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang diberikan Dia kepada mereka berupa hewan ternak. Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir." (QS. Al Hajj: 27-28).

Untuk itu, Hilman berupaya untuk mendorong pembangunan pengelolaan atau ekosistem ekonomi ibadah haji.

Menurutnya, kelemahan Indonesia dalam konstruksi ekonomi ibadah haji adalah berposisi sebagai pembeli atau yang berbelanja.

"Maka penting muslim Indonesia untuk ke depan menyusun sistem ekonomi haji," katanya dikutip laman Muhammadiyah, Senin (23/1/2023).

Sebab, lanjut dia, Indonesia bisa mengusahakan untuk menciptakan sistem pendanaan haji yang berkelanjutan dari potensi ekonomi tersebut.

“Kami ingin mengembangkan sistem pendanan Persyarikatan Muhammadiyah yang berkelanjutan,” katanya.

Di sisi lain, jumlah biaya yang digunakan untuk ibadah haji juga harusnya bisa berdampak ke dalam negeri. Termasuk juga turut menghidupkan sektor yang berkaitan, seperti makanan.

Selama ini, bahan makanan yang dikonsumsi jemaah haji Indonesia masih diekspor bukan dari negara sendiri, melainkan dari negara tetangga.

Di antaranya seperti beras dan sayuran dari Thailand, ikan dari Vietnam, pisang dan buah-buah lain dari Amerika Latin.

“Ayamnya yang kita makan itu semuanya dari Amerika Latin, Brazil. Dagingnya dari Eropa, dan lain sebagainya. Kita tidak membawa apa-apa,” ungkap Hilman.

Padahal jemaah haji asal Indonesia merupakan delegasi yang terbesar jumlahnya di seluruh dunia, sekaligus sebagai konsumen terbesar di dunia.

“Kita belum punya ekosistem yang baik untuk mendukung bahkan untuk kebutuhan jemaah haji sendiri," ujarnya.

Itulah mengapa Muhammadiyah ke depan bakal menggarap sektor ekonomi kaitannya dengan ibadah haji.

Muhammadiyah dengan basis jemaah yang besar pula diharapkan bisa memiliki travel haji dan umroh.

“Pembimbingnya banyak, tetapi perusahaannya tidak ada. Semoga ini (PW Muhammadiyah) Jakarta bisa menginisiasi,” imbuhnya.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)