LANGIT7.ID - , Jakarta - Salah satu bulan istimewa bagi
umat muslim adalah Rajab. Di bulan ini segala perilaku berbalas lipat ganda. Karena itu, dianjurkan untuk memperbanyak kebaikan dan melakukan amalan-amalan seperti puasa juga
sedekah.
Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI KH Abdul Muiz Ali menjelaskan bahwa
bulan Rajab memiliki tiga sebutan atau julukan dengan makna luar biasa, yaitu Al-Ashab, Al-Asham, dan Rajam.
Berikut penjelasannya:
Baca juga: Berdoa, Puasa, dan Sedekah Amalan yang Dianjurkan di Bulan Rajab
Al-Ashab
Menurut Muiz Ali, bulan Rajab disebut juga Al-Ashab, yang artinya menetes. Sebutan ini disematkan di bulan Rajab karena derasnya tetes kebaikan yang Allah Ta'ala turunkan.
Al-Asham
Julukan lain dari bulan Rajab adalah Al-Asham atau bisu dan senyap. Muiz Ali menjelaskan, disebut Al-Asham karena di bulan Rajab tidak terdengan gemerincing senjata pasukan perang.
"Jadi karena sudah bulan Rajab, sudah tidak ada peperangan," ujar Muiz Ali kepada Langit7, Senin (23/1/2022).
Baca juga: Keistimewaan Bulan Rajab, Tiap Kebaikan Diganjar Pahala Berlipat
Rajam
Kemudian, penyebutan lain dari Rajab adalah Rajam yang berarti melempar. Dia menjelaskan dinamakan demikian karena musuh dan setan-setan pada bulan tersebut dikutuk dan dilempari sehingga mereka tidak menyakiti para wali dan orang-orang saleh.
Selain julukan atau penyebutan bulan Rajab, Muiz Ali pun menjelaskan maksud di baliknya.
"Dari segi aspek penamaannya dapat dilihat bahwa tujuan adanya bulan rajab ini, yaitu Allah meneteskan atau menurunkan kebaikan-kebaikan kepada kita. Karena itu di bulan mulia ini, kita dianjurkan untuk berbuat kebaikan," jelasnya.
Baca juga: Amalan Puasa Sunnah di Bulan Rajab, Mulai Rutinkan Senin KamisDalam surat At-Taubah ayat 36 dijelaskan,
اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ
"Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa." (QS. At-Taubah: 36).
(est)