LANGIT7.ID, JAKARTA - Warga Kelurahan Rancanumpang dan Cimincrang, Kecamatan Gedebage mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung, Jawa Barat. Mereka mengajukan protes atas kemacetan yang terjadi imbas dari para berdirinya Masjid Al-Jabbar.
Perwakilan warga, Lia Noer menuturkan bahwa pemerintah setempat seharusnya turut memberikan solusi atas kemacetan di wilayah kawasan sekitar masjid. Sebab kemacetan panjang terjadi hampir setiap hari.
"Wali Kota dan DPRD Kota Bandung seharusnya ikut memperhatikan warga Cimincrang dan Rancanumpang yang dirugikan karena macet," kata Lia dalam keterangannya, dikutip Kamis (26/1/2023).
Lia menerangkan, waktu tempuh untuk bepergian keluar rumah tak seperti dahulu sebelum diresmikannya Masjid Al-Jabbar. Terlebih pada hari-hari akhir pekan, yang mana tingkat kemacetan sangat tinggi.
Baca Juga: PBB: Pembakaran Al-Quran Bukan Kebebasan BerekspresiTak hanya mobil pribadi, lanjut dia, kemacetan juga dipadati oleh bus-bus besar yang melintas menuju lokasi masjid. Adapun rekayasa lalu lintas yang dinilai warga kurang efektif lantaran harus menempuh jarak lebih jauh dan tetap memakan waktu cukup lama.
"Keluar rumah untuk mencapai Jalan Soekarno Hatta ditempuh satu jam lebih, padahal sebelumnya hanya 5-10 menit," ujar Lia.
Pascadiresmikan Masjid Al-Jabbar pada 30 Desember 2022 lalu, menjadikan tempat ibadah umat muslim tersebut sebagai destinasi wisata religi masyarakat Indonesia.
Terutama bagi warga Kota Bandung. Masjid Al-Jabbar pun kini menjadi ikon Bandung yang selalu diserbu jamaah dari berbagai daerah.
(zhd)