Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home global news detail berita

Masa Pandemi Jangan Hanya Bayani, Melainkan juga Burhani dan Irfani

Muhajirin Kamis, 08 Juli 2021 - 12:22 WIB
Masa Pandemi Jangan Hanya Bayani,  Melainkan juga Burhani dan Irfani
Saling membantu di saat pandemi Covid-19. Foto: Langit7.id/Istock
LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengatakan, pandemi Covid-19 mengakibatkan efek domino kerugian di berbagai sektor kehidupan masyarakat. Maka itu, sikap sensibilitas beragama lebih utama daripada semangat menjalankan ritual keagamaan tanpa memperhatikan kondisi sekitar.

“Itu masuk dalam paradigma humanistic sensibility, membangun sensibilitas kita tentang orang lain yang berbeda, yang sedang menderita, dengan cara menyebarkan orientasi agama yang welas asih, kasih sayang, toleran,” kata Haedar dalam forum Sosialisasi dan Konsolidasi Edaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah Terkait Pandemi dan Iduladha 1442 H, Rabu (7/7), seperti dilansir laman resmi Muhammadiyah.

Dia meminta agar tokoh agama maupun tokoh masyarakat saling menasihati atas kekhilafan di tengah masyarakat, misalnya terdapat kelompok yang enggan melonggarkan peribadatan di tengah masa darurat pandemi.

Dia menyebut, beragama tidak hanya mengandalkan sisi dalil saja (bayani), tapi harus menyertakan aspek ilmu pengetahuan (burhani) dan kebijaksanaan (irfani).

Tiga aspek tersebut harus diamalkan secara bersamaan dalam menanggapi musibah pandemi corona. Dia mencontohkan, jika ada anggota keluarga kecelakaan, maka langkah pertama adalah memberikan pertolongan, bukan mempermasalahkan penyebab kecelakaan itu.

“Nah realitas ini perlu, termasuk kehadiran media sosial. Apakah kita masih mau terus asyik masyuk dengan isu-isu perdebatan yang sebetulnya teknis? perdebatan soal istilah, politik, macem-macem di saat kanan kiri kita ada banyak penderitaan?,” kata Haedar mempertanyakan.

Dia lalu mengimbau seluruh jajaran Muhammadiyah untuk menjadi pelopor menyelesaikan masalah penanggulangan corona, ikut menjadi bagian dari solusi, dan menghentikan atau tidak terbawa arus pada isu-isu kontroversial di tengah masyarakat.

“Jangan kemudian (masuk-red) alam pikiran publik yang menjadikan kita terus gaduh, kehilangan fokus dan akhirnya apa? Ketika korban makin banyak dan pandemi tidak bisa selesaikan nanti dampaknya juga susah,” ucap Haedar.

(arp)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)