Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 30 Januari 2026
home global news detail berita

Muhammadiyah Dorong AUM Berkemajuan dengan Spirit Tauhid, Tajdid, dan Washatiyah

tim langit 7 Rabu, 01 Oktober 2025 - 13:53 WIB
Muhammadiyah Dorong AUM Berkemajuan dengan Spirit Tauhid, Tajdid, dan Washatiyah
LANGIT7.ID-Jakarta; Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan pentingnya nilai dasar kepribadian Muhammadiyah dalam mengelola Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Pesan itu ia sampaikan saat memberikan arahan dalam kegiatan Darul Arqom Badan Pembina Harian (BPH) Penyelenggara dan Direksi RS Muhammadiyah Aisyiyah se-Indonesia Batch ke-5.

Menurut Haedar, identitas Muhammadiyah tidak bisa dilepaskan dari nilai yang melandasi gerakannya. Nilai tersebut membentuk pola pikir hingga tindakan nyata, serta menjadi pedoman dalam mengaktualkan dakwah berkemajuan.

“Kalau kita bicara kepribadian Muhammadiyah itu tidak lepas dari value yang menjadi dasar berharga yang membentuk kepribadian dan di aktualisasikan dalam sistem, alam pikiran, kemudian sampai pada tindakan,” jelasnya dikutip dari situs Muhammadiyah, Rabu (1/10/2025).

Tauhid Sebagai Dasar Peradaban Sosial

Dalam kesempatan itu, Haedar mengingatkan kembali bahwa fondasi dakwah Muhammadiyah berakar pada tauhid. Prinsip ini, kata dia, tidak hanya sebatas hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga berdampak langsung pada relasi sosial.

“Tauhid itu mengesakan Allah dan tidak menyekutukan-Nya. Tauhid di Muhammadiyah bukan sekadar hablum minallah saja, namun lebih dari itu, juga hablum minannas. Artinya, tauhid ini menjadi dasar dalam kita membangun peradaban sosial, dan menghadirkan kemaslahatan,” ungkapnya.

Peran Ijtihad dan Tajdid

Haedar juga mengingatkan agar Muhammadiyah tidak berhenti pada pola kerja rutin. Ia mendorong gerakan ini untuk terus menghidupkan ijtihad dan tajdid sebagai motor pembaruan, baik dalam pemikiran maupun praksis sosial. Dengan begitu, Muhammadiyah tetap relevan dalam merespons perubahan zaman.

Washatiyah dalam Gerakan

Selain itu, Haedar menekankan pentingnya sikap moderat atau washatiyah dalam setiap langkah Muhammadiyah. Prinsip ini berarti menjaga keseimbangan dalam beragama, tidak berlebihan ataupun mengurangi ajaran, sekaligus didasari ilmu dan pemahaman konteks.

“Beragama dalam Muhammadiyah itu adalah washatiyah atau tengahan, yang mana dalam melakukan gerakannya Muhammadiyah tidak boleh berlebih-lebihan dan tidak mengurang-ngurangkan. Dalam hal ini, maka penting bagi kita untuk memiliki ilmu dan mengetahui konteks atas berbagai macam hal,” ujar Haedar.

Muhammadiyah Sebagai Rahmat bagi Semesta

Di penghujung pemaparannya, Haedar menegaskan bahwa keberadaan Muhammadiyah melalui AUM harus menghadirkan rahmat bagi seluruh kehidupan. Islam, menurutnya, tidak hanya berbicara hitam putih atau benar salah, tetapi juga bagaimana mengelola dunia dengan penuh kearifan dan keberadaban.

“Ada banyak dimensi dalam kehidupan kita yang menyangkut sistem kehidupan yang luas. Islam ini bukan sekadar hitam dan putih saja, benar dan salah saja, namun juga soal bagaimana kita mengelola dunia dengan penuh kebijakan dan keberadaban. Maka, kita harus memiliki ilmu itu supaya Muhammadiyah dapat terus kokoh menggerakkan Amal Usaha kita yang berkemajuan,” pesan Haedar.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 30 Januari 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
12:09
Ashar
15:29
Maghrib
18:21
Isya
19:33
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan