LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 3 cara terbaik
memulai dagang atau berniaga. Hal ini pernah dicontohkan sahabat Nabi SAW,
Abdurrahman bin Auf, sehingga berhasil menjadi pengusaha sukses.
Kisah sahabat Abdurahman bin Auf sudah tak asing di kalangan umat Islam. Dia salah satu
orang terkaya di masa tersebut berkat kepiawaiannya mengelola bisnis.
Terdapat beberapa tips bagi kaum muslimin yang baru memulai
berdagang. Semua ini pernah dicontohkan Sahabat Abdurrahman bin Auf hingga akhirnya menjadi pengusaha kaya raya.
Ustadz Adi Hidayat di kanal Youtube Audio Dakwah mengisahkan, masa awal hijrah ke Madinah, Abdurrahman bin Auf diketahui hanya memiliki pakaian. Lantas, tiga bulan kemudian, ia menjadi orang terkaya nomor tiga di Madinah. Bahkan, kapaknya pun terbuat dari emas.
"Orang kaya itu ada tiga, kaya, kaya banget, kebangetan kaya. Abdurrahman bin Auf ini adalah orang yang kebangetan kaya," kata Ustadz Adi Hidayat dalam potongan ceramahnya dikutip Senin (30/1/2022).
Lantas apa rahasia berbisnis sahabat Nabi ini hingga menjadi orang terkaya pada masanya? Berikut cara berbisnis ala Abdurrahman bin Auf yang dirangkum Langit7.
1. Transaksi Tunai dan Hindari KreditJika satu produk dagang laku dengan keuntungan Rp100, dan satu produk lainnya melalui kredit dengan keuntungan Rp1 juta. Pebisnis sebaiknya memilih keuntungan kecil secara tunai, daripada keuntungan Rp1 juta dengan cara dicicil.
Seperti Abdurrahman bin Auf yang dikenal memiliki kecepatan dalam likuiditas. Sebab, perputaran uang penting untuk menjadikannya kembali sebagai modal untuk penambahan produk dagang berikutnya.
Risiko harus menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan bagi pebisnis untuk menghindari kerugian yang lebih besar pada transaksi kredit. Sebab, dalam bisnis perputaran keuntungan sebagai modal perlu diperhatikan. Salah satunya juga untuk menghindari hutang dalam modal usaha.
2. Orientasi PasarKeputusannya dalam berbisnis, ia selalu mencoba memahami terlebih dahulu apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan dari konsumen. Kejelian dalam melihat peluang inilah yang pada akhirnya ia memutuskan untuk membangung sebuah pasar baru.
Di mana pasar lama pada saat itu dalam kondisi kumuh yang menimbulkan ketidaknyamanan. Melihat adanya peluang ini ia memutuskan untuk membuat sebuah pasar lama. Terbukti, pasar baru yang dibangunnya ini ramai oleh calon pedagang yang akan menempati lapaknya.
3. Cari Berkah bukan Cari UntungPrinsip ini yang menjadi pegangan teguh bagi Abdurrahman bin Auf dalam berbisnis. Saat itu ia memutuskan untuk membeli seluruh kurma busuk yang ada di Madinah.
Kaum Muslim saat itu sedang berjihad dengan ikut serta dalam Perang Tabuk. Namun, dengan kejadian perang itu, mereka terlambat untuk memanen kurma di kebun mereka.
Abdurrahman bin Auf yang melihat kondisi memutuskan untuk membeli semua kurma busuk yang terlambat di panen di Madinah. Tujuannya untuk meringankan beban kerugian para petani kurma umat Muslim.
Beberapa waktu kemudian datang utusan dari Yaman yang mencari kurma busuk sebagai bahan obat-obatan. Hingga terjadi kesepakan Abdurrahman bin Auf dengan utusan tersebut, di mana kurma busuk yang dibeli Abdurrahman bin Auf dengan harga normal sebelumnya, dibayar oleh utusan Yaman tersebut dengan harga 10 kali lipat.
Inilah cara Allah memberikan pertolongannya kepada Abdurrahman bin Auf yang juga menolong umat Muslim Madinah kala itu. Mencari keridhoan Allah, keuntungan langsung didapatkan dengan berlipat ganda.
(bal)