Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 23 Agustus 2026
home community detail berita

AQC Wisuda 98 Santri Penghafal Quran di Megamendung

Muhajirin Senin, 30 Januari 2023 - 06:35 WIB
AQC Wisuda 98 Santri Penghafal Quran di Megamendung
Lulusan Arrahman Quranic College yang akan disebar ke penjuru Indonesia sebagai Guru Al-Quran (Dok AQC)
LANGIT7.ID, Jakarta - Ma’had Ar-Rahman Qur’anic College (AQC) merupakan pesantren mahasiswa yang fokus pada program kaderisasi guru Qur’an. Lulusannya akan dikirim ke pelosok negeri untuk mengembangkan Rumah Tadabbur Qur’an (RTQ).

Proses kaderisasi dilakukan selama dua tahun. Mahasantri dididik mendalami ilmu Al-Qur’an sampai pada tingkat pemahaman. Hafalan Al-Qur’an diperkuat dengan program sanadisasi untuk menjaga kualitas keilmuan.

Dua tahun mendalami ilmu Al-Qur’an dan ilmu syariah, para santri yang dinyatakan lulusan akan mengikuti prosesi wisuda. Setelah itu, mereka resmi ditempatkan di berbagai daerah untuk mendirikan RTQ.

Awal 2023, AQC mewisuda 98 santri dan santriwati. Acara Wisuda Khataman Qur’an yang bertempat di Ma’had AQC, Cirimpak, Megamendung, Bogor, Jawa Barat itu mewisuda mahasantri dari berbagai kategori. Mulai mahasantri khatam tilawah Al-Qur’an 50 kali dalam tiga bulan hingga mutqin 30 juz.

Baca Juga: Upaya Yayasan Indonesia Damai Mengaji Berantas Buta Alquran

Direktur Ar-Rahman Qur’anic College (AQC), Ustadz Muhammad Rusydi, menjelaskan, kaderisasi guru Qur’an sangat penting di era disrupsi saat ini. Perkembangan teknologi dan globalisasi banyak merusak moral anak muda. Pada titik ini, pesantren memiliki peran sentral untuk menguatkan karakter anak muda muslim agar berdiri di atas nilai-nilai Islam.

“Di depan kita adalah anak-anak generasi bangsa, mereka akan menjadi penerus risalah Rasulullah. Semoga mereka menjadi pilar-pilar terbangunnya peradaban Islam di muka bumi ini,” kata Ustadz Rusydi saat memberikan sambutan.

Dalam mendidik santri, Ustadz Rusydi mengambil ibrah dari Surah At-Taubah ayat 111. Dalam ayat tersebut, Allah Ta’ala menjanjikan surga kepada orang-orang yang berjuang di jalan Allah. Tidak hanya mengobarkan harta, tapi juga jiwa dan raga demi tegaknya agama Islam di muka bumi.

اِنَّ اللّٰهَ اشْتَرٰى مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ اَنْفُسَهُمْ وَاَمْوَالَهُمْ بِاَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَۗ

“Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.” (QS At-Taubah: 111)

Baca Juga: Upaya Yayasan Indonesia Damai Mengaji Berantas Buta Alquran

Ayat tersebut tak hanya menjadi teks bacaan dalam mushaf Al-Qur’an. Kandungan ayat mesti diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Lembaga pendidikan sangat berperan dalam hal itu. Para santri dididik untuk berani berkorban demi agama Allah.

“Doktrin ini pula yang kami tanamkan kepada para santri dan santriwati agar ikhlas dan ridha untuk menjual dirinya, jiwanya, hartanya, semuanya di jalan Allah. karena Allah sudah menjanjikan surga bagi orang-orang yang beriman dan berani untuk menjual dirinya,” ucap Ustadz Rusydi.

Hal serupa disampaikan Pimpinan AQL Islamic Center sekaligus pendiri Ma’had AQC, KH Bachtiar Nasir. Di menjelaskan, awal mula kehancuran umat Islam karena Al-Qur’an tidak lagi dijadikan pedoman hidup.

“Akan menjadi awal kehancuran bagi kalian kalau Quran yang kalian pegang pada hari ini tidak menjadi modal utama untuk bisa menaklukkan setan,” ujar pria yang akrab disapa UBN itu.

Baca Juga: Itqon Qur’an Center, Tempat Sanadisasi Para Penghafal Al-Quran

Maka itu, kata dia, salah satu tanggung jawab para ulama adalah mendidik generasi muda agar cinta kepada Al-Qur’an. Cinta pada Al-Qur’an melahirkan karakter Rabbani. Itu menjadi modal besar untuk membangun peradaban Islam di muka bumi.

“Kalian (santri) harus bersungguh-sungguh berniat untuk menjadi shahibul Qur’an, dan kalian harus betul-betul meminta pertolongan kepada Allah, agar dimampukan bisa istiqamah, agar menjadi shahib atau muhibbah yakni para pecinta Al-Qur’an yang sesungguhnya,” ucap UBN.

Tak sampai pada tahap mempelajari Al-Qur’an saja. Namun, makna-makna yang terkandung dalam Al-Qur’an harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, para pemuda muslim yang dipelopori santri bisa menjadi ujung tombak pembangunan peradaban Islam.

“Hidup kalian betul-betul kalian curahkan sepenuhnya untuk menjadi fa’il Al-Qur’an, aamil Al-Qur’an, Khaadim Al-Qur’an, dan semua yang terkait dengan Al-Qur’an bahwa kalian siap menjadi pelakunya,” ujar UBN.

Kader Mahasantriwati untuk Jadi Ulama Perempuan

AQC Wisuda 98 Santri Penghafal Qur’an di Megamendung


Perempuan tak selamanya menjadi ibu rumah tangga. Ibunda Aisyah RA merupakan rujukan para sahabat terkait masalah-masalah fikih. Ada pula Fatimah binti Muhammad al-Fihriya al-Qurashiyah yang mendirikan universitas pertama di dunia, Universitas Al-Qarawiyyin, pada 1963 di Fez, Maroko.

Tokoh muslimah inspiratif dalam sejarah peradaban Islam menjadi salah satu motivasi AQC membuka program khusus untuk mahasantriwati. Saat ini, program yang diresmikan pada 2020 lalu itu dikenal dengan AQC Akhwat.

Baca Juga: Miris Ada Anak Tak Kenal Hijaiyah, IPQOH Bertekad Berantas Buta Aksara Quran

“AQC Akhwat mulai diresmikan KH Bachtiar Nasir, sampai hari ini 25 santriwati angkatan pertama insya Allah akan kami persiapkan untuk bisa menjadi pionir-pionir dakwah, khususnya untuk para ibu dan perempuan,” kata Wakil Direktur AQC Akhwat, Ustadzah Miftah Fatiah Azziqra.

Ustadzah Miftah menjabarkan, santriwati di AQC Akhwat akan dididik dengan ilmu-ilmu Al-Qur’an sebelum diberi bekal ilmu-ilmu syariah. Enam bulan pertama, santriwati sudah melakukan proses setoran hafalan dan memutqinkan hafalan.

“Dilanjutkan proses menulis mushafQu, dilanjutkan mengambil sanadisasi. Setelah masuk semester 3 dan 4, barulah mereka menjalankan program-program ulumul syar’iyah,” kata Ustadzah Miftah.

Setelah menyelesaikan pendidikan selama dua tahun, para santriwati akan diwisuda sebagai tanda kelulusan dari segi akademik. Tapi, prosesi wisuda sebenarnya awal dari perjuangan yang sesungguhnya. Setelah itu, mereka akan dikirim ke berbagai daerah untuk mengembangkan Rumah Tadabbur Qur’an (RTQ).

Baca Juga: Belajar Tahfidz Quran Gratis di Ponpes Darul Huffadh Bone

“Nantinya, mereka akan menjadi perempuan-perempuan yang siap diterjunkan di lapangan dakwah dalam medan sesungguhnya, medan yang tidak bisa dikatakan mudah, khususnya untuk perempuan,” ujar Ustadzah Miftah.

Di RTQ tersebut, para lulusan akan menjadi guru Qur’an yang membuka kelas mulai dari anak-anak sampai lansia. Tak sekadar mengajar membaca Al-Qur’an, tapi juga mengajak masyarakat luas bertadabbur.

“Mereka akan dikirim ke RTQ, mereka akan mengajarkan Al-Qur’an, mengembangkan rumah-rumah tadabbur Quran, dan mengajarkan kepada masyarakat dari kecil hingga lansia,” ungkap Ustadzah Miftah.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 23 Agustus 2026
Imsak
04:31
Shubuh
04:41
Dhuhur
11:59
Ashar
15:18
Maghrib
17:57
Isya
19:07
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan