LANGIT7.ID, Jakarta - Pensiunan jenderal
NATO, Petr Pavel terpilih sebagai Presiden Republik Ceko dalam pemilihan putaran kedua. Pavel mengalahkan miliarder eks Perdana Menteri (PM) Andrej Babis yang memimpin Partai ANO berhaluan tengah.
Pavel, eks penerjun payung, memenangkan 58 persen suara. Sementara Andrej Babis meraih 42 persen dengan 99 persen suara dihitung, menurut Kantor Statistik Ceko.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada mereka yang memilih saya dan juga mereka yang tidak datang ke tempat pemungutan suara. Karena mereka menegaskan bahwa mereka menghormati demokrasi dan peduli pada negara ini," kata Pavel setelah hasil menunjukkan kemenangannya," dilansir dari
AFP, Senin (30/1/2023).
Baca Juga: Mengenal Sheikha Mahra, Bangsawan Dubai Diam-diam Naksir Cristiano RonaldoKeberhasilan Pavel tak lepas dari kasus hukum yang diterima Babis. Babis yang merupakan salah satu orang terkaya di Republik Ceko tersandung kasus hukum menyusul tuduhan dirinya memanfaatkan subsidi Uni Eropa untuk membangun sebuah resor bernama Stork's Nest di dekat Praha.
Lebih lanjut, Pavel mengatakan ingin menjadi presiden yang bermartabat bagi negaranya. Pasalnya, Presiden Milos Zeman selama ini dikenal dekat dengan
Rusia yang menginvasi Ukraina tahun lalu.
"Saya dapat melihat bahwa nilai-nilai seperti kebenaran, martabat, rasa hormat, dan kerendahan hati telah menang dalam pemilihan ini," tambah pria berusia 60 tahun itu.
Milos ditengarai menjalin kedekatan dengan Rusia. Saat Rusia menginvasi Ukraina, Milos disebut-sebut 'membelot' ke
Uni Eropa dan menyatakan dukungannya untuk Ukraina.
Baca Juga:
Arab Saudi Kutuk Serangan Israel di Kamp Pengungsi Tepi Barat
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern Mengundurkan Diri(gar)