LANGIT7.ID, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menegaskan terus berupaya menyelesaikan pemulangan militer AS dari Afghanistan hingga batas waktu yang disepakti, yakni 31 Agustus mendatang. Menurutnya, operasi tersebut tiap harinya membawa risiko tambahan bagi pasukan.
Biden menggarisbawahi, AS telah membantu 70.700 orang meninggalkan Afghanistan. Keseluruhan sejak akhir Juli, tercatat 75.900 orang dievakuasi.
Baca Juga: Gus Mus Minta Ummat Jernih Sikapi Situasi Afghanistan"Semakin cepat kita bisa menyelesaikannya, semakin baik," kata Biden pada konferensi pers di Ruang Roosevelt Gedung Putih, Jumat (27/8/2021).
"Penyelesaian pada 31 Agustus tergantung pada Taliban yang terus bekerja sama dan mengizinkan akses ke bandara bagi mereka yang kami angkut, dan tidak ada gangguan pada operasi kami," ujarnya.
Dia juga menekankan, dalam 12 jam terakhir, AS telah mengevakuasi 12.000 orang dari Afghanistan. Termasuk 6.400 dengan penerbangan militer AS dan 5.600 melalui penerbangan koalisi.
Berbicara tentang para pengungsi yang saat ini melarikan diri dari Afghanistan, presiden mengatakan, Washington akan menjadi pemimpin dalam upaya ini. Dia juga mendesak komunitas internasional dan mitra AS untuk melakukan hal yang sama.
Baca Juga: Dubes Inggris Owen Jenkins Apresiasi Kerja Keras Pemuda IndonesiaBiden mengatakan, AS saat ini bekerja untuk memukimkan kembali ribuan warga Afghanistan yang dulu bekerja dengan mereka. "Siapa pun yang tiba di AS akan menjalani pemeriksaan latar belakang," ungkapnya.
"Kita semua harus bekerja sama untuk memukimkan kembali ribuan warga Afghanistan yang pada akhirnya memenuhi syarat untuk status pengungsi," ujarnya.
Biden menambahkan, AS bekerja sama dengan organisasi pengungsi untuk membangun kembali sistem. "Program pengungsi sengaja dihancurkan oleh pendahulu saya," ungkapnya.
Baca Juga: Xi Jinping dan Vladimir Putin Sepakat Bantu AfghanistanMengacu pada pertemuan virtual para pemimpin G7 tentang bagaimana sikap negara-negara dapat bersatu untuk mendukung rakyat Afghanistan, Biden mengatakan, AS akan tetap bersatu. Namun, tetap waspada dalam hal apa yang harus dilakukan dan akan menyelesaikannya.
Dia menyoroti, semua pemimpin G7 dan para pemimpin Uni Eropa, NATO dan PBB sepakat akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mencegah Afghanistan digunakan sebagai basis terorisme. Biden meninggalkan Ruang Roosevelt tanpa menanggapi pertanyaan dari wartawan. Aturan de facto Afghanistan telah menjelaskan bahwa Taliban tidak mau menerima perpanjangan misi AS setelah Agustus. (Sumber:
Anadolu Agency)
Baca Juga:
Taliban Minta Jepang Turut dalam Pembangunan Afghanistan
Prancis Tahan Lima Pengungsi Afghanistan(asf)