LANGIT7.ID, Jakarta - Kontestan Serie B Italia,
Como FC, baru saja merampungkan kehadiran pemain barunya, Racine Ba. Gelandang 21 tahun itu memiliki perjuangan yang tak mudah demi mengejar kariernya bermain di Eropa.
Ba menjalani karier yang tak mudah sebelum berlabuh bersama Como di musim 2022/2023. Bahkan, Ba rela kelaparan karena tak memiliki biaya ke Benua Biru.
Pemain muslim asal Senegal itu meninggalkan keluargarnya untuk mengejar mimpi menjadi pemain sepak bola profesional di Eropa. Saat ada peluang meniti karier ke Eropa, akhrinya dia berani membuat keputusan untuk datang sendiri.
Baca Juga: Si Darmawan Sadio Mane, Pesepakbola Top Dunia Ubah Desa Jadi Kota"Saat datang ke sini, saya setahun tidak bermain bola karena ada Virus Corona," ujarnya dikutip dari Kanal YouTube Como FC, Kamis (2/2/2023).
Baru pada musim 2021, dia bergabung dengan klub FC Corregesse, sebuah tim amatir di Seri D Italia. Di klub tersebut, Racine bermain 90 menit selama 35 pertandingan tanpa henti.
"Saya datang untuk bermain bola di Eropa. Saya di rumah tidak punya apa-apa. Saya mengendarai perahu hampir 10 hari tidak makan. Saya tidak ingin mengingat itu. Saya berinisiatif berkarier di Eropa karena Senegal tidak seperti itu," kata Ba.
Racine Ba mulai dilirik oleh
talent scouting Como FC saat di klub amatir. Bakat Ba saat itu sangat terlihat, yang membuat pencari bakat akhirnya menghubungi agennya. Untuk bisa bermain di Eropa, butuh keberanian yang lebih sebagai pemain muda.
"Di sini lebih banyak taktik, bagi saya orang Afrika ini masalah. Saya harus lebih banyak belajar di sini," ucapnya.
Baca Juga: Berkenalan dengan Achraf Hakimi, Pemain Andalan Timnas MarokoSebagai seorang muslim, Racine tidak melupakan kewajibannya. Di tengah kesibukannya berlatih, dirinya tetap menyempatkan waktu untuk menunaikan
salat lima waktu.
"Saya seorang muslim, di Como FC juga banyak pemain yang muslim. Anda tahu? Kita harus melakukan sholat lima waktu. Saya melakukan sholat lima waktu. Misalnya ketika berangkat latihan sore hari saya tidak bisa melakukannya, dan ketika saya pulang, saya melakukannya," ungkapnya.
Namun untuk menunaikan ibadah
puasa, diakuinya masih sangat sulit. Pada musim lalu, dia memulai Ramadan dengan sepak bola. Karena belum bisa menunaikan puasa jika harus bertanding, dia pernah curhat ke ibunya.
Kemudian sang ibu berkata: "Apa yang kamu lakukan tidak sesuai dengan Ramadhan," kata ibunya. "Saya tidak bisa melakukan keduanya, karena saya pemain sepak bola. Namun tidak ada yang berubah, menurut opini saya, jika menjadi muslim dan pemain bola," lanjut Ba.
Racine turut memberikan nasihat kepada pemain-pemain muda yang ingin bermain di Eropa. "Yang pertama (dunia) sepak bola tidak mudah. Ketika kamu berharap menjadi seorang pemain, kamu harus siap, untuk menjalani hal yang susah," bebernya.
"Tahun lalu saya bermain di liga tidak profesional, sekarang saya bermain di liga profesional, sekarang adalah level yang kamu harus berlatih setiap waktu. Selalu mendengar yang terbaik. Lakukan yang perlu kamu lakukan untuk dirimu sendiri dan bersabarlah," tuturnya.
Baca Juga:
6 Pesepak Bola Muslim Dunia Selebrasi Gol dengan Sujud Syukur
Mengenal 3 Pesepak Bola Muslim Peraih Penghargaan Ballon dOr(gar)